Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Berhenti Minum Kopi

3 hours ago 1

CNN Indonesia

Sabtu, 31 Jan 2026 10:10 WIB

Beberapa orang memilih untuk berhenti minum kopi. Tapi, apa yang terjadi saat kita berhenti minum kopi? Ilustrasi. Ada beberapa hal yang terjadi saat berhenti minum kopi. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)

Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa orang memilih untuk berhenti minum kopi. Tapi, apa yang terjadi saat kita berhenti minum kopi?

Menghentikan konsumsi kopi atau minuman berkafein secara mendadak bisa membuat tubuh terasa drop, mulai dari sakit kepala hingga mengantuk ekstrem. Kondisi ini dikenal sebagai gejala putus kafein (caffeine withdrawal) dan sering terjadi pada orang yang terbiasa mengandalkan kafein setiap hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putus kafein terjadi karena otak tiba-tiba kehilangan zat yang selama ini menjaga tubuh tetap waspada. Meski bukan kondisi berbahaya, gejalanya cukup mengganggu aktivitas harian dan bisa berlangsung beberapa hari.

Kafein bekerja dengan menghambat reseptor adenosin di otak, yaitu zat yang memicu rasa kantuk. Saat kafein dikonsumsi rutin, tubuh membangun toleransi dan membutuhkan kafein agar tetap terasa segar.

Ketika konsumsi kafein dihentikan secara mendadak, adenosin langsung bekerja tanpa hambatan. Inilah yang menyebabkan sakit kepala, rasa lelah berlebihan, dan penurunan fokus.

Gejala putus kafein biasanya muncul dalam 12-24 jam setelah asupan kafein dihentikan. Sekitar setengah orang yang berhenti mendadak akan mengalami sakit kepala, sementara sebagian lainnya merasa tubuh dan pikiran melambat.

Melansir dari Very Well Health, beberapa gejala yang umum muncul antara lain:

- sakit kepala,
- mengantuk berlebihan,
- badan lemas dan cepat lelah,
- sulit konsentrasi,
- mudah marah atau perubahan suasana hati,
- mual,
- nyeri otot.

Gejala ini umumnya mereda dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu.

Berapa batas aman konsumsi kafein?

Homemade coffee scrub face mask in wooden bowl with spoon on coffee beansIlustrasi. Batas aman konsumsi kafein. (iStockphoto/CalypsoArt)

Batas aman konsumsi kafein untuk orang dewasa umumnya tidak lebih dari 400 miligram (mg) per hari. Jumlah tersebut setara dengan sekitar dua hingga tiga cangkir kopi ukuran kecil.

Namun, beberapa jenis kopi bisa mengandung lebih dari 400 mg kafein hanya dalam satu porsi. Selain kopi, kafein juga terdapat pada teh hitam dan matcha, teh herbal dan minuman bebas kafein, cokelat termasuk cokelat panas dan susu cokelat, serta beberapa minuman energi.

Meski putus kafein bisa menimbulkan gejala sementara, mengurangi konsumsi kafein juga memiliki sejumlah manfaat jangka panjang, seperti:

- tidur lebih nyenyak dan berkualitas,
- mengurangi rasa gelisah dan cemas,
- tekanan darah lebih terkontrol,
- pencernaan lebih nyaman,
- mengurangi risiko gigi sensitif dan perubahan warna gigi.

Agar terhindar dari gejala putus kafein, penghentian sebaiknya dilakukan secara bertahap, bukan mendadak. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

- Mengurangi jumlah atau ukuran minuman berkafein.
- Mencampur kopi biasa dengan kopi decaf.
- Minum air putih lebih banyak.
- Menghindari makanan tinggi gula dan olahan.
- Tidur cukup dan teratur.
- Tetap aktif bergerak atau berolahraga ringan.

Jika konsumsi kafein berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu, konsultasi dengan tenaga medis disarankan untuk menentukan langkah yang paling aman.

(asr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |