Jakarta, CNN Indonesia --
Iran akhirnya mengizinkan perempuan mengendarai sepeda motor setelah otoritas negara tersebut membolehkan perempuan memiliki surat izin mengemudi (SIM) roda dua
Media lokal Iran, Ilna, melaporkan Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, sudah meneken resolusi pada Selasa (3/2) yang menyatakan polisi harus menyediakan pelatihan bagi pelamar perempuan yang ingin mendapatkan SIM.
Polisi diminta mengadakan tes berkendara bagi perempuan dan merilis SIM untuk mereka. Keputusan ini diambil pemerintah Iran menyusul demo berdarah negara itu yang menewaskan ribuan orang. Demo yang dipicu krisis ekonomi tersebut telah meluas menjadi tuntutan perubahan rezim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah warga Iran sejak lama tidak puas dengan pemerintah, salah satunya lantaran menerapkan peraturan yang terlalu keras terhadap perempuan. Perempuan di Iran tak diizinkan berpakaian terbuka dan ketat karena tidak sesuai syariat Islam.
Pada 2022, demo besar meledak di Iran setelah perempuan bernama Mahsa Amini tewas saat dipenjara gegara melanggar aturan berpakaian. Sejak saat itu, muncul tren perempuan menentang aturan pemerintah, salah satunya termasuk mengendarai sepeda motor.
Larangan perempuan mengendarai motor sendiri sebetulnya tidak pernah disebut secara gamblang dalam aturan. Namun, pada praktiknya, otoritas selalu menolak menerbitkan SIM untuk perempuan.
Kabinet Iran sudah menyetujui izin bagi perempuan untuk mengendarai sepeda motor sejak akhir Januari lalu. Kini, pemerintah resmi menerapkannya.
(blq/har)

















































