Jalur Berbahaya, Pendakian Ciremai via Linggajati Ditutup hingga Maret

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Minggu, 01 Feb 2026 18:10 WIB

Dua jalur favorit pendakian Gunung Ciremai ditutup akibat cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem. Selain itu selama Ramadan, seluruh jalur ditutup sampai Maret. Ilustrasi pendakian gunung. Dua jalur favorit pendakian Gunung Ciremai ditutup akibat cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem. (Unsplash/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia --

Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menutup jalur pendakian Gunung Ciremai. Cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem menjadi alasan penutupan sementara aktivitas pendakian tersebut.

Dalam surat edaran TNGC Nomor PG 03/T.33/TU/KSA/B/01/2026 tentang Penutupan Aktivitas dan Kegiatan di dalam kawasan Jalur Pendakian Gunung Ciremai.

Setidaknya, ada dua jalur yang ditutup, yakni Jalur Pendakian Apuy yang ditutup sejak tanggal 24 Januari 2026 sampai 1 Februari 2026 dan akan dibuka kembali pada 2 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian untuk Jalur Pendakian Linggajati ditutup sejak 27 Januari 2026 sampai 20 Maret 2026.

Humas TNGC, Ady Sularso menjelaskan Jalur Apuy ditutup lewat Kabupaten Majalengka ditutup karena banyak pohon tumbang di sepanjang jalur pendakian.

Sedangkan untuk jalur Linggajati di Kabupaten Kuningan, ditutup karena sering terjadi longsoran tanah yang membahayakan para pendaki.

Untuk pendaki yang sudah melakukan booking, katanya, harus melakukan konfirmasi ulang ke admin secara online.

"Kami anggap untuk jalur Apuy Majalengka itu berisiko bagi para pendaki karena banyaknya pohon tumbang dari desa sampai jalur pendakiannya," tutur Ady, Rabu (28/1) seperti dikutip dari detikJabar.

"Untuk yang di Kuningan, itu karena cuaca ekstrem kemudian banyak terjadi longsoran yang membahayakan para pendaki,"imbuhnya.

Meskipun yang ditutup dua jalur pendakian, lanjut Ady, jalur lain seperti Palutungan, Saderehe, dan Linggasana juga kemungkinan akan ditutup jika cuaca ekstrem dan terjadi bencana yang membahayakan pendaki di jalur pendakian.

"Kalau jalur Palutungan, Sadarehe, Linggasana, juga tidak menutup kemungkinan untuk ditutup, terutama jika perjalanan berisiko dan cuaca ekstrem," tutur Ady.

Jalur pendakian tutup selama Ramadan

Dalam surat edaran tersebut, TNGC juga mengumumkan penutupan semua jalur pendakian saat bulan Ramadan yang dimulai dari tanggal 20 Februari sampai 20 Maret 2026.

Jalur pendakian seluruhnya baru akan dibuka kembali pada tanggal 21 Maret 2026. Menurut Ady, penutupan ini bertujuan untuk pemulihan ekosistem gunung api tertinggi di Provinsi Jawa Barat itu.

"Semua jalur akan ditutup selama Ramadan sampai setelah Lebaran sebagai upaya pemulihan ekosistem, untuk mengembalikan kondisi alam," katanya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |