CNN Indonesia
Minggu, 22 Feb 2026 23:00 WIB
James Cameron menilai pembelian Warner Bros. Discovery (WBD) oleh Netflix akan menghasilkan bencana, tapi langsung dibalas oleh Ted Sarandos. (Getty Images via AFP/TOMMASO BODDI)
Jakarta, CNN Indonesia --
James Cameron secara terbuka mengkritik upaya pembelian Warner Bros. Discovery (WBD) oleh Netflix. Menurutnya, keputusan tersebut akan menghasilkan bencana.
Hal itu diungkap Cameron dalam surat kepada Senator Mike Lee selaku ketua subkomite Senat tentang antimonopoli pada pekan lalu dan kemudian dirilis oleh CNBC pada Kamis (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat yakin bahwa usulan penjualan Warner Brothers Discovery ke Netflix akan menjadi bencana bagi bisnis perfilman yang telah saya dedikasikan sepanjang hidup saya," tulis Cameron dalam surat tersebut.
"Tentu saja, film-film saya juga diputar di pasar video hilir, tetapi cinta pertama saya adalah bioskop," kata Cameron. "Bioskop akan tutup. Lebih sedikit film yang akan dibuat. Hilangnya pekerjaan akan meningkat drastis."
"Model bisnis Netflix bertentangan langsung dengan bisnis produksi dan penayangan film di bioskop, yang mempekerjakan ratusan ribu warga Amerika," tulisnya seperti diberitakan Variety pada Kamis (19/2).
"Oleh karena itu, hal ini bertentangan langsung dengan model bisnis divisi film Warner Brothers, salah satu dari sedikit studio film besar yang tersisa."
James Cameron juga menilai bahwa bila WBD jadi dibeli Netflix, maka ekspor film Hollywood akan berkurang dan tak bisa lagi memimpin dalam industri film.
Dalam pernyataan, Lee mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima masukan dari berbagai pihak di lingkungan perfilman soal akuisisi ini dan ia berharap bisa mendengar lebih banyak dalam sidang lanjutan.
Pernyataan James Cameron tersebut kemudian mendapat reaksi pedas dari salah satu CEO Netflix, Ted Sarandos. Saat hadir dalam The Calaman Countdown pada Jumat (20/2), Sarandos secara terbuka menyatakan kekecewaanya pada James Cameron.
"Saya sangat terkejut dan kecewa bahwa James memilih untuk menjadi bagian dari kampanye disinformasi Paramount yang telah berlangsung selama berbulan-bulan tentang kesepakatan ini," kata Sarandos seperti diberitakan New York Post pada Sabtu (21/2).
"Saya bertemu dengan James secara pribadi pada akhir Desember dan menjelaskan kepadanya komitmen 45 hari kami untuk penayangan film di bioskop dan untuk jajaran film Warner Brothers," katanya.
"Saya telah berbicara tentang komitmen itu di media berkali-kali. Saya bersumpah di bawah sumpah di hadapan subkomite Senat tentang antimonopoli bahwa itulah yang sedang kami lakukan."
Bukan hanya dari Netflix, ucapan James Cameron juga dikritik oleh aktor Mark Ruffalo. Menurut pemeran Hulk tersebut, sikap menentang pembelian WBD oleh Netflix cuma akan membuka monopoli yang lain, yakni Paramount memberli WBD.
"Jadi... pertanyaan selanjutnya untuk Tuan Cameron seharusnya seperti ini," tulis Ruffalo di Instagram Threads seperti diberitakan Variety. "Apakah Anda juga menentang monopolisasi yang akan tercipta jika Paramount mengakuisisi? Atau hanya monopolisasi Netflix saja?"
"Saya pikir jawabannya akan sangat menarik untuk didengar oleh komunitas film dan pertanyaan yang harus segera diajukan. Apakah Mike Lee juga menentang penjualan Paramount? Apakah dia sama khawatirnya dengan penjualan Netflix? Kita semua ingin tahu. Berbicara atas nama ratusan ribu pembuat film di seluruh dunia."
Netflix saat ini siap mengakuisisi studio Warner Bros. dan HBO Max dalam kesepakatan senilai US$83 miliar. Pada 17 Februari 2026, WB. membuka peluang tujuh hari di mana Paramount Skydance dapat melakukan upaya terakhir untuk menyusun penawaran yang lebih unggul.
Pada 20 Maret 2026, pemegang saham Warner Bros. Discovery akan memberikan suara untuk penawaran akuisisi oleh Netflix.
(end)


















































