Jangan Anggap Sepele, Ini Tanda GERD Perlu Periksa Lebih Lanjut

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Sabtu, 31 Jan 2026 17:40 WIB

Dalam kondisi tertentu, GERD justru bisa menjadi sinyal awal komplikasi serius yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Ilustrasi. Dalam kondisi tertentu, GERD justru bisa menjadi sinyal awal komplikasi serius yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan. (iStockphoto/Tharakorn)

Jakarta, CNN Indonesia --

GERD kerap dianggap sebagai keluhan ringan yang bisa diatasi dengan obat penurun asam lambung. Namun, dalam kondisi tertentu, GERD justru bisa menjadi sinyal awal terjadinya komplikasi serius yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, Ari Fahrial Syam mengatakan, GERD berbeda dengan sakit maag biasa karena berpotensi menimbulkan dampak luas apabila tidak ditangani dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ari, pasien GERD perlu mulai curiga mengalami komplikasi ketika keluhan tidak kunjung membaik meski sudah menjalani pengobatan, atau justru muncul gejala-gejala tertentu yang tergolong sebagai tanda bahaya.

Salah satu komplikasi paling awal dan paling sering terjadi pada GERD adalah kerusakan pada kerongkongan. Paparan asam lambung yang berulang dapat menyebabkan peradangan, luka, hingga penyempitan pada bagian bawah kerongkongan.

"Jadi komplikasi yang secara langsung pada esofagus atau kerongkongan, mulai dari peradangan ringan sampai peradangan berat, terjadi penyempitan pada kerongkongan bawah, bisa terbentuk lesi prakanker, bahkan terjadi kanker esofagus kemudian hari," jelas Ari saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (26/1).

Selain kerongkongan, komplikasi GERD juga dapat menyerang organ di luar saluran cerna. Ari menjelaskan, asam lambung yang naik dapat memicu gangguan pada telinga, hidung, pita suara, hingga paru-paru.

"Di telinga bisa berdenging, di hidung dan sinus timbul gangguan, di pita suara menyebabkan suara serak, sampai juga ke paru-paru," ujar Ari.

Keluhan tersebut kerap membuat pasien merasa tercekik dan sulit bernapas, sehingga memicu kecemasan berlebih.

Menurut Ari ada sejumlah tanda yang menandakan pasien GERD perlu segera menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tanda-tanda tersebut antara lain:

- muntah hebat,
- muntah darah,
- buang air besar berwarna hitam,
- penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Dalam kondisi seperti ini, pengobatan mandiri atau konsumsi obat lambung tidak lagi cukup. Pasien perlu menjalani pemeriksaan lanjutan untuk menilai tingkat keparahan penyakit.

"Perlu dilakukan pemeriksaan endoskopi, bahkan kalau perlu juga pemeriksaan pH metri untuk menentukan apakah memang terjadi peningkatan asam lambung yang berlebihan," kata Ari.

Meski komplikasi GERD bisa serius, Ari menegaskan bahwa penyakit ini tidak secara langsung meningkatkan risiko kematian. Namun, dampak jangka panjangnya bisa sangat berat jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.

GERD sendiri dapat terjadi pada semua usia, termasuk anak-anak, meski paling banyak ditemukan pada usia produktif 20 sampai 40 tahun.

"Oleh karena itu kita harus cegah, harus diobati dengan baik dan kontrol secara teratur. Penyakit ini pun juga ditimbulkan dengan beberapa [faktor] risiko, jadi oleh karena itu perubahan gaya hidup juga penting," kata Ari.

Pengendalian faktor risiko juga menjadi bagian penting dalam mencegah komplikasi GERD, mulai dari mengontrol berat badan, menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, hingga mengelola stres dengan baik.

Dengan kewaspadaan terhadap tanda-tanda bahaya dan pemeriksaan yang tepat waktu, komplikasi GERD dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

(nga/asr)

Read Entire Article
| | | |