Jakarta, CNN Indonesia --
Berbagai cara dilakukan panitia Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026, termasuk dengan menyewa orang-orang yang bisa meniru suara langur monkey alias lutung untuk bisa menghalau monyet rhesus.
New Delhi untuk pertama kalinya jadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dan ini adalah kali kedua India jadi tuan rumah setelah Hyderabad pada 2009. Karena itu, India tidak mau mendapat malu sebagai penyelenggara.
Pasalnya, India sudah mengalami hal tersebut di India Open 2026 pada Januari lalu yang diselenggarakan di venue yang sama. Ada monyet rhesus yang berkeliaran di arena pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Monyet rhesus adalah salah satu ancaman nyata yang harus dihadapi panitia Kejuaraan Dunia 2026. Pasalnya, momen jenis ini sering terlihat di New Delhi dan masuk ke dalam gedung, bahkan juga menyerang orang-orang.
Namun sosok monyet langur alias lutung jadi penghalau alami bagi monyet tipe rhesus. Hal itulah yang kemudian sering dilakukan oleh orang-orang untuk mengatasi masalah tersebut.
"Monyet-monyet sangat takut pada langur, itulah mengapa mengikuti suara [langur] menjadi sangat efektif [untuk mengusir monyet]."
"Saya sudah melayani sejumlah kantor pemerintahan. Tujuannya bukan untuk menyakiti monyet melainkan untuk memastikan mereka tidak akan datang," tutur Zafar, generasi ketiga dari peniru suara monyet yang jadi profesi turun-menurun di keluarganya, dikutip dari Reuters.
Ilustrasi monyet langur alias lutung yang suaranya bakal ditirukan untuk mengusir monyet rhesus. ( iStockphoto/Moonstone Images)
Tim Badminton Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026. Indonesia terakhir kali punya juara dunia pada edisi 2019 lewat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
(ptr/nva)

















































