Kemenkes Ungkap 3 Subtipe Influenza Paling Banyak Ditemukan di RI

3 hours ago 8

CNN Indonesia

Kamis, 17 Sep 2026 15:15 WIB

Melalui sistem surveilans, Kemenkes mengungkap influenza A yang paling mendominasi di RI. Namun, perlukah kita khawatir terhadap influenza tipe ini? Ilustrasi Melalui sistem surveilans, Kemenkes mengungkap influenza A yang paling mendominasi di RI. Namun, perlukah kita khawatir terhadap influenza tipe ini? (istockphoto/wildpixel)

Jakarta, CNN Indonesia --

Influenza A belakangan ramai dibicarakan setelah kasusnya disebut meningkat di sejumlah wilayah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pun memantau perkembangan virus influenza yang beredar di Indonesia melalui sistem surveilans.

Pemantauan Surveilans Sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) periode 2024-2026 hingga minggu ke-34, dilakukan di 39 puskesmas dan 35 rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan tersebut menunjukkan virus yang terdeteksi mendominasi pada Agustus 2026, antara lain influenza A (H1N1pdm09), influenza A (H3N2), serta influenza B/Victoria.

Adapun aktivitas influenza pada minggu ke-34 masih berada pada level rendah, dengan positivity rate 28 persen di bawah musim 2025, dengan influenza A (H1N1pdm09) sebagai subtipe predominan.

Tak perlu panik soal influenza A

Dokter paru senior sekaligus mantan pejabat WHO SEARO, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan dominasi influenza A bukan sesuatu yang perlu membuat masyarakat khawatir berlebihan.

Menurutnya, influenza A memang merupakan jenis influenza yang umum ditemukan dan secara historis lebih sering mendominasi dibandingkan tipe lainnya.

"Jadi, kalau informasi influenza A ditemui, ya itu memang dari dulu influenza A paling sering ditemui. Justru kalau [influenza tipe] B, C, yang naik, nah itu baru aneh. Kalau A yang dominan, memang dari dulu selalu dominan," katanya seperti dilansir Detikhealth pada Kamis (17/9).

Ia menjelaskan, H1N1pdm09 juga bukan jenis virus baru. Virus tersebut merupakan varian H1N1 yang menjadi penyebab pandemi influenza pada 2009 dan saat itu dikenal luas sebagai swine flu atau flu babi.

"Jadi memang sekarang ini, sehari-hari akan ketemu H1N1 yang biasa, H1N1 yang pandemi (Pdm09)," ucap Tjandra.

Itulah yang membuat temuan H1N1pdm09 dalam pemantauan influenza saat ini tidak otomatis menunjukkan adanya pandemi baru.

Menurut Tjandra, perhatian lebih besar diperlukan apabila ditemukan subtipe influenza yang memiliki karakteristik berbeda atau belum umum beredar pada manusia.

"Kalau ketemunya H1N1Pdm09, itu bukan sesuatu yang menakutkan. Kalau ketemunya H5N1, nah itu, atau ketemunya H7N9 misalkan, sesuatu yang belum pernah kita dengar, nah itu baru mengkhawatirkan," ujarnya.

Tindakan pencegahan sama seperti flu biasa

Meski influenza A yang beredar saat ini termasuk jenis yang sudah dikenal, masyarakat tetap perlu melakukan langkah pencegahan, terutama ketika sedang sakit.

Tjandra mengatakan, vaksin influenza (flu vaccine) dapat membantu memberikan perlindungan terhadap influenza musiman, termasuk virus seperti H1N1Pdm09 dan H3N2.

Ia juga mengingatkan agar orang yang sedang mengalami gejala flu mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker untuk mencegah penularan kepada orang lain.

"Karena ini sama kayak kejadian biasa, maka pencegahannya sama kayak pencegahan flu yang pada umumnya. Jadi, kalau sakit dia pakai masker, jangan keluar rumah," ucap Tjandra.

(anm/rti)

Read Entire Article
| | | |