Kemensos Dukung Produksi Film Bertema Asa Lewat Sekolah Rakyat

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah berkolaborasi dengan platform Penjaga Harapan mempersiapkan film yang mengangkat tema Sekolah Rakyat. Berdurasi sekitar 25 menit, film yang diinisiasi melalui platform Penjaga Harapan ini dirancang sebagai medium penyampaian nilai dan pesan program kepada masyarakat.

Sebagai karya kolaboratif dengan latar wilayah seperti Cariu dan sekitarnya, film menuturkan transformasi kehidupan seorang anak yang mendapat kesempatan keluar dari kondisi miskin ekstrem melalui Sekolah Rakyat.

Mengusung pesan "dari gelap menuju terang", film ini menggarisbawahi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera; akses pendidikan tanpa hambatan ekonomi dan zonasi; pembentukan karakter, keterampilan, dan kepercayaan diri; hingga peran negara dalam mendukung masyarakat miskin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini, dan menekankan pentingnya hasil yang berdampak. Hal itu disampaikan dalam audiensi bersama perwakilan Kementerian Sekretariat Negara dan tim kreatif Penjaga Harapan di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (23/6).

"Kalau ini kita mulai, harus berhasil. Ini bukan sekadar produksi, tapi bagaimana masyarakat bisa melihat bahwa negara hadir dan memberi harapan," kata Agus.

Ia menyebut, Kementerian Sosial (Kemensos) siap menyediakan dukungan yang diperlukan dalam proses produksi, termasuk akses lokasi, data, serta koordinasi dengan unit terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Agus menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan instrumen negara untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, bukan tujuan akhir.

"Sekolah Rakyat ini bukan tujuan, tapi alat yang disediakan negara agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mewujudkan cita-citanya dan keluarganya bisa tergraduasi dari kemiskinan," ujarnya.

Pada audiensi yang dihadiri Direktur Utama Penjaga Harapan Wildanshah, Direktur Perkumpulan Warga Muda I Putu Arya, Art Director Maulana Wedy Irkham, Sutradara Bethap Virga Kiswanata, serta Produser Kiky Malik itu, Doni Adhitia selaku Koordinator Konten Penjaga Harapan mengatakan bahwa proyek ini merupakan kerja kolaboratif untuk membawa nilai program ke ruang publik.

"Kami berharap film ini menjadi kerja bersama untuk membawa nilai ideologis Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Ini bukan sekadar cerita, tapi upaya menghadirkan empati dan pemahaman bahwa program ini benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat," ujar Doni.

Direktur Utama Penjaga Harapan, Wildanshah, menyampaikan bahwa inisiatif ini penting sebagai jembatan komunikasi kebijakan kepada publik. Film ini direncanakan diproduksi dengan pendekatan dramatik yang menonjolkan transformasi dari keterbatasan menuju harapan, tanpa mengeksploitasi penderitaan.

"Kami melihat film ini sebagai bagian dari upaya menyampaikan program pemerintah secara lebih membumi dan mudah dipahami masyarakat. Substansi program tetap milik negara, dan pendekatan kreatif seperti ini menjadi pelengkap untuk memperluas jangkauan pesan," katanya.

Nantinya, akan dipersiapkan juga trailer film yang berdurasi sekitar 30 detik untuk didistribusikan ke berbagai kanal publik seperti videotron. Produksi direncanakan berjalan selama tiga hari dengan pendekatan berbasis riset, serta konsultasi bersama Kemensos dan komunitas film.

Produksi film ini diharapkan dapat memperluas keterlibatan komunitas perfilman dalam menyampaikan program strategis pemerintah, serta memperkuat pemahaman publik bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci pengentasan kemiskinan.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |