Kepincut Grand Canyon versi Mini di Jombang, Bak Permata Tersembunyi

3 hours ago 3

CNN Indonesia

Rabu, 11 Feb 2026 20:15 WIB

Tak perlu jauh-jauh pergi ke AS untuk menikmati pemandangan Grand Canyon. Di Jombang, Jawa Timur, ada Grand Canyon versi mini yang tak kala mempesona. Kedung Cinet, Jombang, Jawa Timur dijuluki sebagai Grand Canyon versi mini. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Jakarta, CNN Indonesia --

Grand Canyon yang ada di Amerika Serikat (AS) diklaim sebagai salah satu dari tujuh keajaiban alam dunia. Namun, kamu enggak perlu jauh-jauh dulu ke AS, soalnya di Jombang ada 'duplikat' Grand Canyon versi mini yang tak kalah memukau.

Grand Canyon adalah ngarai tebing yang indah dari batuan berwarna-warni di sepanjang aliran Sungai Colorado. Tak perlu pergi ke Arizona yang jauh untuk lihat keindahan ngarai seperti ini, Indonesia punya versi mininya yang ada di Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasi ini dikenal dengan sebutan Kedung Cinet. Tersembunyi di jantung hutan jati, keajaiban alam ini menyuguhkan ngarai sempit beralas aliran sungai yang jernih.

Mengutip detiktravel, formasi batu kapur di sana terlihat eksotis, sekilas mirip seperti Grand Canyon yang ada di AS dengan ukuran jauh lebih kecil. Oleh karena itu, orang-orang memberinya nama Kedung Cinet ini julukan 'Grand Canyon Mini'.

Ngarai batu kapur ini terbentuk secara alami karena kikisan air sungai yang terus mengalir. Hasilnya, saat ini tempat itu menyuguhkan tebing kapur bercelah sempit yang begitu menawan.

Tempat ini semakin terlihat bak lukisan dengan aliran sungai berwarna hijau.

'Kedung Cinet' dalam bahasa Jawa berarti 'kolam air di aliran sungai yang sepi dan tersembunyi'. Nama ini telah melekat di telinga masyarakat sejak lama.

Dari dulu, tempat tersebut merupakan destinasi yang diunggulkan di Jombang, tetapi masih terus terjaga hingga hari ini. Kedung Cinet dibentuk dengan waktu yang terus bergulir, bersama proses geomorfologi yang membersamainya.

Pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Amien Widodo ikut menegaskan bahwa Kedung Cinet murni dibentuk dari alam tanpa campur tangan manusia.

"Secara geologi menyebutnya formasi pucangan. Dalam ilmu geologi, batuan ini dikelompokkan dalam bentuk formasi batuan. Nah, formasi batuan di Kedung Cinet ini lebih banyak batuan pasir, jika kepotong oleh sungai maka bentuknya akan seperti itu. Dari pengamatan geologi, memang Kedung Cinet ini alami dan murni karena adanya pengikisan juga. Tidak ada campur tangan manusia," jelas Amien, Jumat (5/12).

Ngarai yang terbentuk di sana merupakan patahan dari aktivitas tektonik. Namun, di Kedung Cinet sendiri belum bisa dipastikan unsur patahan ini berasal dari patahan lempeng laut atau hanya pengikisan air laut saja.

[Gambas:Instagram]

Berlokasi di Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kedung Cinet bisa dibilang destinasi hidden gem, karena belum banyak diketahui orang.

Wisatawan yang datang ke sini kebanyakan para pecinta alam maupun pemburu fotografi. Meskipun perlu menempuh medan yang sulit ditaklukkan selama perjalanan, tetapi semuanya akan terbayar lunas ketika menangkap indahnya pesona Kedung Cinet.

Akses untuk berkunjung ke tempat ini tak mudah, karena Kedung Cinet berada di kawasan hutan milik Perhutani. Seperti kawasan hutan pada umumnya, jalur di sana penuh dengan tanah terjal yang licin ketika hujan datang.

Rutenya adalah pertama-taman melewati jalan desa, kemudian melanjutkan perjalanan dengan trekking untuk terus masuk ke hutan jati Perhutani. Setelah menemukan tempat ini di jantung hutan, pengunjung akan melihat dinding ngarai dari batuan kapur putih, dengan celah sempit dan kolam hijau.

Selama berada di sana, pengunjung bisa mengeksplorasi aliran sungai, main air di kolam jernih kehijauan, sampai mengabadikan pesona Kedung Cinet dengan berfoto.

Jika ingin berkunjung, waktu yang paling disarankan adalah ketika musim kemarau (sekitar Mei sampai September). Di waktu itu, akses jalan terbilang aman.

(ana/asr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |