Banda Aceh, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin terkait kondisi warga korban bencana di Aceh yang masih bertahan di tenda pengungsian saat awal Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah.
Hal itu diketahui saat Tito melakukan kunjungan ke lokasi bencana di Kabupaten Aceh Utara dan Pidie Jaya untuk memastikan progres pemulihan pascabencana dan persiapan proses relokasi desa yang hilang diterjang banjir longsor pada akhir tahun lalu.
"Kita sudah lihat bagaimana progres dan saya cukup prihatin melihat pengungsi masih menempati tenda darurat pada bulan puasa ini," kata Tito kepada wartawan, Sabtu (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu ia mendesak Kementerian PU dan pihak lainnya untuk mengebut pengerjaan hunian sementara (Huntara) agar para korban yang masih menempati tenda darurat bisa segera dipindahkan.
"Kita butuh kepastian juga kapan selesainya, sehingga para pengungsi ini tidak lagi tidur di bawah tenda darurat. Jangan lama-lama," ucapnya.
Data terkini dari posko tanggap darurat bencana Aceh update Sabtu (21/2) pukul 22:25 WIB masih ada 47.657 jiwa korban bencana yang masih mengungsi di 262 titik lokasi pengungsian. Data terbanyak yaitu di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 19.248 orang dan Aceh Tamiang 6.052, Aceh Tengah 4.689.
Sebelumnya kepala satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana wilayah Aceh, Safrizal ZA mengklaim sejak pertengahan Februari 2026 sudah 6.211 huntara dibangun meskipun belum menyeluruh.
"Belum semuanya karena masih terus diverifikasi," kata Safrizal saat dikonfirmasi.
(dra/dal)


















































