Misteri Kematian 72 Harimau di Objek Wisata Tiger Kingdom Thailand

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Minggu, 22 Feb 2026 14:25 WIB

Wabah virus mematikan dan menular menewaskan sedikitnya 72 ekor harimau di sebuah objek wisata populer di utara Thailand dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Ilustrasi harimau mati. (ANTARA FOTO/Hafizdhah)

Jakarta, CNN Indonesia --

Wabah virus mematikan dan menular menewaskan sedikitnya 72 ekor harimau di sebuah objek wisata populer di utara Thailand dalam kurun waktu satu bulan. Otoritas setempat merespons tragedi ini dengan menutup lokasi wisata tersebut selama dua pekan.

Berdasarkan laporan Bangkok Post, puluhan harimau di Tiger Kingdom, Mae Rim, Chiang Mai, mulai mati secara misterius sejak 8 Februari lalu. Hingga 18 Februari, total jumlah harimau yang mati dilaporkan mencapai 72 ekor.

Dinas Peternakan Provinsi Chiang Mai telah melakukan inspeksi lapangan dan disinfeksi menyeluruh di seluruh fasilitas. Sampel bangkai harimau dan pakan telah dikirim ke Universitas Chiang Mai untuk analisis mendetail.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat harimau jatuh sakit, pendeteksiannya jauh lebih sulit dibandingkan hewan peliharaan seperti kucing atau anjing," ujar Direktur Departemen Peternakan Nasional, Somchuan Ratanamungklanon, seperti dilansir Asia One. "Saat kami menyadari mereka sakit, semuanya sudah terlambat," lanjutnya.

Penyebab Kematian Masih Simpang Siur

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian masal ini belum dikonfirmasi secara final. Namun, beberapa temuan medis awal menunjukkan adanya beberapa kemungkinan:

- Feline Parvovirus: Autopsi awal mengidentifikasi virus ini, yang menyebabkan muntah dan diare berdarah dengan menyerang lapisan usus serta sistem imun.

- Canine Distemper Virus (CDV): Hasil laboratorium lanjutan menemukan infeksi CDV. Meski biasanya menyerang anjing, virus yang menyerang sistem pernapasan ini diketahui dapat menular ke kucing besar.

- Infeksi Sekunder: Dokter hewan juga mengidentifikasi adanya bakteri Mycoplasma sebagai infeksi tambahan.

Otoritas menekankan bahwa seluruh infeksi yang ditemukan tidak dapat menular ke manusia. Namun, Departemen Peternakan menduga praktik inbreeding (perkawinan sedarah) di fasilitas tersebut telah memperlemah sistem imun harimau, sehingga meningkatkan risiko infeksi fatal.

Tiger Kingdom, yang dikenal karena mengizinkan pengunjung untuk "memeluk, menyentuh, dan berfoto jarak dekat dengan harimau", saat ini ditutup sementara. Sebanyak 246 harimau yang tersisa di fasilitas Mae Rim dan Mae Taeng telah dipindahkan ke pusat perawatan di distrik Mae Taeng untuk dikarantina.

Tragedi ini memicu reaksi keras dari organisasi hak asasi hewan, PETA Asia. "Harimau-harimau ini mati sebagaimana mereka hidup-dalam penderitaan, kurungan, dan ketakutan. Sudah saatnya pemerintah Thailand menutup operasional seperti ini selamanya," tulis PETA dalam pernyataan resminya.

Kejadian ini menambah panjang daftar kematian kucing besar di Asia Tenggara. Pada 2024, tercatat 47 harimau dan tiga macan tutul mati di Vietnam selatan akibat wabah flu burung. Kematian massal ini tentu menjadi pukulan telak bagi industri wisata berbasis satwa di Thailand.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |