Puasa Ramadan Sambil Diet, Apa Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama

1 hour ago 3

#USTAZTANYADONG

CNN Indonesia

Minggu, 22 Feb 2026 15:00 WIB

Puasa sambil diet boleh saja, asal niatnya tetap karena Allah SWT. Simak penjelasan ulama berikut ini. Ilustrasi. Puasa sambil diet, bagaimana hukumnya dalam Islam. (iStock/tortoon)

Jakarta, CNN Indonesia --

Menjalani puasa Ramadhan sering kali membawa perubahan pada pola makan dan gaya hidup. Tak sedikit orang yang kemudian memanfaatkan momen ini untuk menurunkan berat badan. Lantas, bagaimana hukum puasa sambil diet?

Pertanyaan ini kerap muncul, apalagi di tengah tren hidup sehat yang makin populer. Banyak orang ingin tetap fokus beribadah, tetapi juga berharap tubuh menjadi lebih bugar dan berat badan turun selama Ramadhan.

Dalam program Ramadhan spesial #UstazTanyaDong, CNNIndonesia.com menghadirkan sesi tanya jawab langsung bersama Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi. Salah satu pertanyaan yang dibahas adalah hukum puasa sekaligus diet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ustaz Wahyul, puasa sambil diet hukumnya tidak apa-apa, selama niatnya tetap jelas untuk berpuasa karena Allah SWT.

"Itu hukumnya tidak apa-apa, asalkan niatnya jelas untuk berpuasa. Nah, puasanya puasa apa, puasa Ramadhan atau apa, harus jelas," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa niat menjadi kunci utama dalam ibadah puasa. Diet tidak perlu diucapkan dalam niat, karena sifatnya hanya sebagai dampak atau motivasi tambahan.

"Yang penting niatnya bukan puasa untuk diet, tapi niat puasa karena Allah. Kalau niatnya untuk diet saja, itu bukan kepada Allah jadinya," jelasnya.

Dengan kata lain, puasa tetap harus dipersembahkan sebagai ibadah kepada Allah SWT. Adapun diet atau penurunan berat badan hanyalah bonus dari ibadah tersebut.

Ustaz Wahyul juga menegaskan bahwa manfaat kesehatan seperti tubuh terasa lebih ringan, gula darah menurun, atau kondisi fisik yang membaik memang bisa menjadi efek positif dari puasa yang dijalankan dengan benar.

"Kalau dampak puasa orang itu tambah sehat, positif, gula darah turun, memang itu efek dari orang puasa yang benar. Tapi niatnya tetap karena Allah SWT," tuturnya.

Artinya, selama seseorang tetap menempatkan ibadah sebagai tujuan utama dan diet hanya menjadi efek samping yang menyenangkan, maka puasanya tetap sah dan tidak bermasalah secara hukum.

Puasa pada dasarnya bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan latihan menata niat, mengendalikan diri, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Manfaat fisik yang menyertai hanyalah bagian dari hikmah yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya.

Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, CNNIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong.

Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial CNN Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.

Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |