Menteri Lingkungan Malaysia Telepon Jumhur, Bicarakan Asap Karhutla

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES), Datuk Seri Arthur Joseph Kurup menghubungi Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat membicarakan upaya penanganan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Arthur menyampaikan kedua negara telah mencapai kesepakatan meningkatkan langkah pencegahan mengatasi kabut asap lintas batas dan menjaga kualitas udara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengingat fenomena El Nino. Diperkirakan akan menguat menjelang Oktober 2026, bertepatan dengan Muson Barat Daya. Kedua negara berkomitmen penuh untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan dini," ujarnya mengutip Bernama, Selasa (25/8).

Komitmen ini khususnya menjelang perayaan Hari Nasional ke-69 yang dijadwalkan berlangsung di Dataran Putrajaya pada 31 Agustus dan perayaan Hari Malaysia yang akan diadakan di Kuching, Sarawak pada 16 September.

Arthur juga menyampaikan apresiasinya kepada Indonesia atas pemberian izin resmi bagi operasi penyemaian awan untuk melintasi wilayah udaranya yang menyasar wilayah di sepanjang perbatasan kedua negara.

Ia juga mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NADMA) dan Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) tengah menyusun jadwal untuk menggelar operasi gabungan dengan Angkatan Bersenjata Indonesia.

Arthur menegaskan bahwa Malaysia senantiasa mendukung langkah-langkah cepat yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam memitigasi kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, ia juga menegaskan NRES, melalui Departemen Lingkungan Hidup dan MetMalaysia, akan terus memantau secara ketat aktivitas titik panas alias hotspot dan kualitas udara ambien serta menjaga komunikasi yang erat dengan Pemerintah Indonesia.

Saat ini kabut asap menerjang sejumlah wilayah di Malaysia menyusul karhutla di Indonesia.

Kementerian Kesehatan Malaysia menyarankan masyarakat yang terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat indeks udara melebihi 100 dan segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas atau batuk berkepanjangan.

Tercatat sebanyak 29 wilayah di Malaysia termasuk Kuala Lumpur mencatat indeks kualitas udara tak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa provinsi di Indonesia.

Menurut indeks kualitas udara Malaysia Air Pollutant Index Management System (APIMS) pada Selasa (25/8) pukul 16.00 waktu setempat tercatat 29 wilayah masuk kategori "tidak sehat (unhealthy)."

Menanggapi kabut asap lintas batas ini, Malaysia menggunakan jalur ASEAN untuk mengatasi masalah tersebut. Bagi mereka kabut asap adalah masalah kawasan.

Terpisah, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi Karhutla ini. Pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, militer hingga polisi dikerahkan untuk saling bekerja sama memadamkan kebakaran.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura untuk tak menyalahkan dampak kebakaran hutan dan lahan ini di wilayah Indonesia.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB Berton Pandjaitan mengatakan karhutla tak mengenal batas administrasi maupun batas negara. Penanganan karhutla, kata dia, perlu dilakukan bersama tanpa memperdebatkan sumber asap secara sembarangan.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," ujar Berton dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

(mnf/els)

Read Entire Article
| | | |