Mobil Listrik Baic T1 Bakal Dirakit di Indonesia

6 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

JIO Distribusi Indonesia (Baic) menyatakan model mobil listrik pertama mereka, T1, akan dirakit di dalam negeri dengan target pelaksanaan antara Desember 2026 dan Januari 2027. Sebelum itu penjualan T1 menggunakan pasokan unit impor dari China.

Baic menyebut importasi tahap awal T1 berjumlah 120 unit. Jumlah ini dapat bertambah menyesuaikan kebutuhan hingga perakitan lokal dimulai.

"Kami bertahap ya, kami sudah masukan sekarang 120 unit, nanti kita lihat kalau memang ada keperluan lain kita bisa masukkan lagi, sampai memang kita katakanlah, mulai produksi," kata Dhany Yahya, COO JIO Distribusi Indonesia di Lembang, Jawa Barat, Selasa (18/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dhany menyebut total unit T1 yang dapat dikapalkan ke Indonesia hingga bulan depan mencapai sekitar 220 unit.

Perakitan lokal T1 akan dilakukan seperti model-model Baic lainnya di pabrik rekanan, Handal Indonesia Motor (HIM). Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditargetkan sebesar 40 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu TKDN direncanakan naik menjadi 60 persen melalui pemanfaatan investasi baru untuk perakitan baterai senilai Rp65 miliar.

Harga turun?

Baic membuka peluang menurunkan harga T1 usai mobil listrik tersebut dirakit secara lokal di Indonesia seiring peningkatan TKDN yang berdampak pada pengenaan pajak dari pemerintah.

"Harga tentu, karena kan kami berharap tadi dengan TKDN tadi kan akan qualified untuk bisa free luxury tax," kata Dhany.

Selain manfaat dari lokalisasi dan pembebasan pajak, Dhany juga berharap pemerintah kembali memberikan insentif untuk kendaraan listrik.

"Harapan juga bahwa pemerintah lagi cooking something yang untuk memberikan insentif untuk mobil listrik. Dan ini kita harapkan juga ada tambahan," katanya.

Meski belum mengungkap besaran pasti penurunan harga setelah T1 dirakit lokal, ia menyebut harga mobil itu diharapkan bisa berada di bawah Rp350 juta.

"Jadi kemarin harga pun yang kita memang sudah disubsidi ya, harapan kami memang di bawah Rp350 juta," ujarnya.

Harga T1 sendiri diumumkan Rp373 juta untuk 1.000 konsumen pertama di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Harga itu lebih terjangkau dari banderol retail resmi sebesar Rp393 juta atau selisih Rp20 juta.

Dhany mengklaim respons terhadap T1 selama GIIAS 2026 cukup positif. Lebih dari 200 orang telah melakukan uji coba pada mobil tersebut.

"Dan mereka mengatakan kendaraan ini memang bagus tapi memang mereka butuh test drive yang lebih panjang lagi," katanya.

Dari total 407 surat pemesanan kendaraan (SPK) yang diperoleh selama GIIAS, 139 SPK di antaranya merupakan pesanan untuk T1.

Dhany melanjutkan proses pengiriman T1 sudah dimulai setelah GIIAS 2026. Berdasarkan data Gaikindo, sebanyak 16 unit T1 di antaranya telah dikirim secara wholesale atau terdistribusi dari pabrik ke dealer.

"Delivery kita udah mulai setelah GIIAS, kalau bisa dilihat di data Gaikindo itu sudah delivery 16 unit wholesale. Akan bertahap kami kirim," ujarnya.

Meski menjanjikan harga yang lebih murah, ia belum mengungkapkan kemungkinan kompensasi bagi konsumen yang telah lebih dulu membeli T1 dengan harga yang lebih tinggi.

(ryh/fea)

placeholder

Read Entire Article
| | | |