Musisi Ramai-ramai Cabut dari Tur Ed Sheeran Imbas Macklemore Didepak

5 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah musisi penampil dalam The Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat ramai-ramai hengkang menyusuk Macklemore didepak gegara menyerukan bela Palestina.

Sejumlah musisi penampil yang sudah memutuskan cabut dari tur tersebut adalah Finneas, band Lukas Graham, Aaron Rowe, dan grup Beoga. Hal ini dilakukan sebagai dukungan untuk Macklemore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seniman tidak boleh dibungkam saat mereka bersuara membela kaum tertindas. ... Saya mendukung Palestina dan rakyatnya," tulis Finneas dalam unggahan di Instagram pada Rabu (16/9).

Sementara itu, Rowe menyatakan dalam unggahan Instagram bahwa keputusan untuk mundur dari tur tidak diambilnya dengan mudah. Ia juga mengakui peran Sheeran sebagai teman yang telah mengubah hidupnya.

"Namun sebagai orang Irlandia, kami sangat paham mengenai genosida, kelaparan paksa, dan pendudukan yang penuh kekerasan," tulisnya.

"Saya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan para miliarder menggunakan kekuasaan mereka untuk membungkam suara-suara yang sah dari mereka yang menentang genosida oleh Israel dan menyoroti pembunuhan keji terhadap anak-anak."

Rowe mengatakan ia akan "kehilangan rasa hormat" terhadap dirinya sendiri jika tetap melanjutkan tur tersebut dan menutup pernyataannya dengan seruan "FREE PALESTINE."

"Kita seharusnya bisa bersuara tentang perang, tentang warga sipil yang tewas, dan tentang anak-anak yang berhak untuk tumbuh dewasa," tulis band asal Denmark, Lukas Graham.

"Uang tidak memberi Anda hak untuk menguasai percakapan," tambah mereka. "Saldo rekening seseorang tidak seharusnya menentukan siapa yang boleh bicara atau penderitaan mana yang boleh kita akui."

Grup musik asal Irlandia, Beoga, juga menyatakan sikap menentang "pembungkaman terhadap Macklemore oleh para pelobi Zionis."

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram]

Ed Sheeran sendiri sudah buka suara terkait Macklemore yang didepak dari The Loop Tour. Ia menyebut keputusan itu adalah karena permintaan dari pengelola stadion.

"Setelah penampilan Macklemore di konser saya di New Jersey, pihak pengelola lokasi untuk jadwal tur mendatang menyatakan bahwa mereka akan membatalkan pertunjukan jika ia tetap menjadi penampil pendukung," kata Ed Sheeran.

"Saya diberi tahu bahwa sikap tersebut didasarkan pada cara Macklemore menyampaikan sebagian pesannya saat tampil, bukan pada keseluruhan isi ucapannya," lanjutnya.

Ed Sheeran mengatakan dirinya sudah berdiskusi panjang lebar dengan "pihak pengelola lokasi sepanjang minggu untuk mencoba mencari jalan tengah."

"Salah satu orang yang terlibat dalam diskusi tersebut adalah Robert Kraft. Saya juga terlibat dalam pembicaraan langsung dengan promotor serta aktivis dari kedua belah pihak untuk mencoba menemukan solusi bersama bagi semua pihak, tapi keputusan pihak pengelola lokasi dan promotor sudah mutlak," kata Ed Sheeran.

"Keputusan untuk mengeluarkan Macklemore dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur ini adalah dengan pihak promotor, bukan dengan saya."

 Owner Robert Kraft of the New England Patriots looks on before his gets together for a team photo prior to Super Bowl LX at Stanford Stadium on February 07, 2026 in Stanford, California.   Thearon W. Henderson/Getty Images/AFP (Photo by Thearon W. Henderson / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)Pemilik Gillete Stadium, Robert Kraft Taipan Yahudi keturunan Israel berusia 85 tahun itu menilai ucapan Macklemore adalah "ujaran kebencian". (Photo by Thearon W. Henderson / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP) Foto: Getty Images via AFP/THEARON W. HENDERSON

Pernyataan Robert Kraft yang memboikot Macklemore

Sementara itu, pebisnis Robert Kraft menegaskan pendiriannya dalam pernyataan seperti yang diberitakan Page Six. Taipan Yahudi keturunan Israel berusia 85 tahun itu menilai ucapan Macklemore adalah "ujaran kebencian".

"Gillette Stadium memiliki komitmen jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi semua pengunjung dan memastikan bahwa acara-acara yang diselenggarakan di tempat kami tidak menjadi wadah bagi ujaran kebencian," kata Kraft yang juga pemilik Gillette Stadium.

"Berdasarkan tindakan Macklemore baru-baru ini, materi yang disampaikan dari atas panggung saat konser Ed Sheeran di New Jersey, serta rekam jejak retorika dan citra antisemit yang menurut kami sangat menyinggung dan menyakitkan bagi komunitas Yahudi, kami memutuskan bahwa partisipasinya dalam konser tanggal 25 dan 26 September di Gillette Stadium akan melampaui batas tersebut."

"Keputusan ini tidak bermaksud mengecilkan penderitaan warga Palestina yang tak berdosa ataupun menghalangi siapa pun untuk menyuarakan pembelaan bagi mereka," lanjut pernyataan tersebut.

"Penderitaan dan kehilangan yang mereka alami adalah nyata. Namun, upaya pembelaan tersebut tidak boleh mengorbankan komunitas Yahudi atau mengaburkan tanggung jawab Hamas, sebuah organisasi yang ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan berbagai pihak di dunia (termasuk Kanada, Uni Eropa, Inggris, dan Jepang), tindakan kejamnya telah menyebabkan penderitaan luar biasa bagi warga Palestina maupun Israel."

(end)

Read Entire Article
| | | |