Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi menangkap dua pria berinisial HR (28) dan FU (36) yang diduga sebagai pelaku penikaman terhadap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (59).
Salah satu terduga pelaku berlatar belakang atlet tarung bebas atau Mixed Martial Arts (MMA).
Penangkapan yang dipimpin oleh Kapolres AKBP Rian Suhendi tersebut dilakukan sekitar dua jam setelah insiden terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua jam pasca kejadian berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku, keduanya berinisial HR dan FU," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rosita Umasugi, Minggu (19/4).
Rosita mengatakan HR dan FU langsung dibawa menuju Polres Maluku Tenggara untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik," ujarnya.
Berdasarkan kronologi, peristiwa bermula saat Nus Kei baru saja mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4), usai menempuh penerbangan dari Bandara Pattimura, Ambon, menggunakan maskapai Lion Air JT880 sekitar pukul 10.45 WIT.
Setibanya di lokasi, ia dijemput oleh pihak keluarga dan sempat berbincang sejenak di area depan pintu keluar bandara.
Beberapa menit berselang, seorang pria bermasker yang mengenakan jaket merah tiba-tiba mendekat dan langsung menikam korban. Dalam kondisi terluka, Nus Kei sempat berupaya berjalan menuju ruang tunggu bandara untuk menyelamatkan diri.
Namun, ia akhirnya terjatuh akibat pendarahan. Mengetahui hal tersebut, petugas bandara yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan.
Di saat yang bersamaan, kakak korban sempat berupaya mengejar pelaku. Namun, pelaku berhasil melarikan diri setelah sempat memberikan perlawanan.
Melihat kondisi korban yang terus menurun, pihak keluarga bergegas membawa Nus Kei ke rumah sakit sekitar pukul 11.10 WIT. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Nus Kei meninggal dunia sekitar pukul 11.44 WIT akibat pendarahan parah dan kerusakan pada organ vital. Berdasarkan pemeriksaan, korban mengalami empat luka tusuk yang berada di bagian dada kanan dan kiri, leher sisi kiri, serta area tulang belakang.
Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi mengatakan terduga pelaku berinisial HR merupakan atlet tarung bebas MMA
"Iya betul, kalau dilihat sepertinya (pelaku HR adalah) atlet (tarung bebas)," kata saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (19/4).
Sementara pelaku FU kata Rian adalah masyarakat biasa. Dia menegaskan kedua pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Golkar minta usut tuntas
Menyusul insiden tersebut, DPD I Partai Golkar Maluku meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penikaman yang menimpa Nus Kei, di Bandara Karel Sadsuitubun.
"Kami minta ini diusut tuntas dan sekaligus menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penikaman yang menimpa Ketua Partai Golkar Malra," kata Ketua DPD I Partai Golkar Maluku Umar A. Lessy seperti dikutip dari Antara, Minggu (19/4).
Umar menegaskan penikaman ini adalah tindak kejahatan serius. Ia mengingatkan dampak dari peristiwa tersebut tidak hanya dirasakan oleh pihak keluarga, melainkan turut berisiko mengganggu stabilitas sosial masyarakat di Maluku Tenggara.
"Kami mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun yang terjadi terhadap Ketua DPD II Maluku Tenggara. Tindakan penikaman ini adalah perbuatan melawan hukum dan tidak dapat ditolerir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Umar.
Nus Kei baru saja kembali dari Jakarta usai menemui Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Pertemuan tersebut secara khusus membahas persiapan penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Maluku Tenggara.
Kepulangan korban ke Maluku Tenggara pada hari itu bertujuan untuk kembali mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar setempat.
(fra/kna/fra)
Add
as a preferred source on Google

















































