Pedagang Minta Bulog Pastikan Distribusi Minyakita Tak Terhambat

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) DKI Jakarta meminta Perum Bulog memastikan distribusi Minyakita berjalan lancar hingga ke pasar tradisional. Hal ini menyusul masih terjadinya ketimpangan pasokan di lapangan.

Ketua DPW IKAPPI DKI Jakarta Miftahudin menegaskan pedagang tidak memiliki kendali terhadap distribusi, sehingga tidak tepat jika mereka disudutkan dalam polemik kelangkaan Minyakita.

"Pedagang bukan penentu distribusi, melainkan pihak yang paling terdampak dari setiap kebijakan dan gangguan pasokan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai klaim bahwa stok Minyakita dalam kondisi aman perlu diikuti dengan distribusi yang benar-benar efektif.

"Pernyataan bahwa stok Minyakita dalam kondisi aman tentu patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan. Namun demikian, yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana distribusi tersebut benar-benar berjalan efektif dan merata hingga ke pasar tradisional," katanya.

Menurut Miftahudin, persoalan utama tidak hanya terletak pada ketersediaan barang, tetapi juga kelancaran distribusi di setiap rantai pasok.

[Gambas:Youtube]

Dalam hal ini, Bulog sebagai pihak yang mendapat mandat pengendalian pasokan dinilai perlu memastikan tidak ada hambatan dalam penyaluran.

"Dalam hal ini, Bulog sebagai institusi yang memiliki mandat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, perlu memastikan bahwa distribusi Minyakita tidak mengalami hambatan di setiap rantai penyaluran," ujarnya.

Dia juga mengingatkan agar narasi 'stok aman' tidak berujung pada penyudutan pedagang pasar tradisional. Pedagang disebut sebagai pihak yang pertama merasakan dampak ketika distribusi tidak berjalan optimal, bukan penyebab persoalan di lapangan.

Karena itu, organisasi pedagang tersebut menekankan perbaikan harus difokuskan pada sistem distribusi agar pasokan benar-benar stabil dan merata hingga tingkat pasar.

Di sisi lain, kondisi di lapangan menunjukkan Minyakita masih sulit ditemukan di sejumlah pasar dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data terbaru, harga rata-rata nasional Minyakita berada di level Rp15.969 per liter, atau sekitar 1,71 persen di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Pantauan di sejumlah pasar di Jakarta juga menunjukkan pasokan yang belum pulih. Sejumlah pedagang mengaku tidak lagi menjual Minyakita sejak beberapa bulan terakhir karena tidak mendapatkan pasokan dari distributor.

Di saat yang sama, harga minyak goreng lain ikut naik, dengan kemasan premium dijual sekitar Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per liter dari sebelumnya Rp20 ribu, sementara minyak curah naik dari kisaran Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram.

Pemerintah sendiri telah mengandalkan distribusi melalui BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID Food untuk menjaga pasokan.

Skema penyaluran saat ini mengacu pada kewajiban pasar dalam negeri (DMO) minimal 35 persen yang dialokasikan melalui BUMN, bahkan realisasinya telah melampaui target.

Meski demikian, pemerintah juga membuka peluang peningkatan porsi penyaluran melalui BUMN guna memperkuat kontrol distribusi dan menekan gejolak harga di pasar.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |