Penjualan Tesla Anjlok Terparah dalam Sejarah, Disebut Gara-gara Musk

19 hours ago 1

CNN Indonesia

Kamis, 03 Apr 2025 16:35 WIB

Penjualan Tesla anjlok 13% dalam periode Januari-Maret 2025 dan menjadi penurunan terbesar dalam sejarah perusahaan. Penjualan Tesla anjlok 13% dalam periode Januari-Maret 2025 dan menjadi penurunan terbesar dalam sejarah perusahaan. (REUTERS/Nathan Howard)

Jakarta, CNN Indonesia --

Penjualan Tesla anjlok 13% dalam periode Januari-Maret 2025 dan menjadi penurunan terbesar dalam sejarah perusahaan. Hal ini diduga karena reaksi keras terhadap CEO Tesla, Elon Musk, serta persaingan di industri kendaraan listrik yang kian meningkat.

Dikutip dari CNN, Tesla melaporkan pada Rabu (2/4) bahwa mereka mengirimkan 336.681 mobil pada kuartal tersebut, atau 50 ribu kendaraan lebih sedikit dibandingkan dengan tiga bulan pertama tahun lalu, penjualan terburuk perusahaan dalam hampir tiga tahun.

Elon Musk saat ini acap kali menerima protes karena perannya sebagai Departemen Efisiensi Pemerintah AS, serta masukan-masukannya untuk Presiden AS Donald Trump. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa protes ini juga terlihat lewat vandalisme terhadap fasilitas Tesla, termasuk stasiun pengisian dayanya, serta beberapa mobil. Semua insiden ini disebut-sebut membuat beberapa calon pembeli Tesla enggan melanjutkan pembelian mereka.

Tesla tidak menyebutkan protes terhadap perusahaan tersebut dalam pernyataan penjualannya. Namun, laporan penjualan menyinggung pembaruan di Model Y yang produksinya sempat dihentikan sementara di keempat pabriknya selama beberapa minggu.

"Terima kasih kepada semua pelanggan, karyawan, pemasok, pemegang saham, dan pendukung yang membantu kami mencapai hasil ini," kata perusahaan tersebut.

Penurunan tersebut sangat mengejutkan bagi perusahaan yang hingga baru-baru ini melaporkan pertumbuhan penjualan tahun ke tahun antara 20% dan 100% hampir setiap kuartal -- persentase yang sepadan dengan harga sahamnya yang tinggi.

Penurunan penjualan Tesla di kuartal pertama hanya pernah terjadi pada 2020 ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, sehingga produksi dan pengiriman terkendala.

Namun berdasarkan data penjualan tahun lalu, Tesla melaporkan penurunan penjualan lebih buruk dari yang diperkirakan oleh analis Tesla. Tak ayal, analis memperkirakan penjualan kuartalan serendah 350 ribu di Januari 2025.

Saham Tesla semula nilainya melonjak hampir dua kali lipat setelah pemilihan presiden AS, karena muncul harapan hubungan dekat Musk dengan Trump akan menghasilkan kebijakan yang menguntungkan perusahaan.

Namun saat ini saham Tesla anjlok 44% dari nilainya sejak mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada Desember 2024.

Saham Tesla (TSLA) turun sekitar 2% pada perdagangan awal setelah muncul laporan penjualan kuartal pertama. Nilai ini kemudian bangkit tajam setelah Politico merilis laporan bahwa Musk akan mundur dari peran formalnya dalam pemerintahan Trump, tetapi mungkin tetap menjadi penasihat informal.

(vws)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |