Jakarta, CNN Indonesia --
Pelaku usaha ultra mikro asal Cimanggis, Depok, Mardiana, memulai bisnisnya dari hal yang sederhana, berjualan beras merah dari rumah. Perjalanannya berubah ketika ia bergabung dengan PNM Mekaar dan mulai mengikuti berbagai pelatihan yang ditawarkan.
Bagi Mardiana, bergabung dengan PNM bukan sekadar urusan akses modal, melainkan akses terhadap pengetahuan baru. Ia mengikuti berbagai pelatihan seperti pemasaran digital, teknik promosi, hingga pengelolaan media sosial secara rutin.
"Dari pelatihan, saya jadi tahu ternyata jualan itu bukan cuma soal barang, tapi cara kita menawarkan dan mengemasnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengetahuan tersebut mengubah strategi bisnisnya yang semula pasif menjadi lebih agresif dalam menjemput peluang pasar. Mardiana mulai aktif memasarkan produk di berbagai bazar tingkat kelurahan, kecamatan, hingga merambah ke lingkungan kampus di Jakarta.
Interaksi dengan pelanggan di lapangan memberinya ide untuk melakukan inovasi produk agar lebih kompetitif. Ia mengembangkan Beras Merah Sosoh 'Cak Har' menjadi nasi liwet beras merah siap saji yang dilengkapi dengan lauk pauk.
Inovasi produk ini ternyata mendapat respon positif dan membuka peluang bisnis yang jauh lebih luas. Saat ini, Mardiana dipercaya menjadi penanggung jawab kantin di Kantor Kecamatan Cimanggis.
Keberhasilan tersebut tidak dinikmati sendiri, karena ia juga membantu memasarkan produk dari pelaku usaha mikro lainnya di kantin tersebut. Nasi liwet buatannya kini menjadi menu favorit harian bagi para pekerja di lingkungan kantor kecamatan.
Peningkatan kapasitas usaha ini juga terlihat dari skala permodalan yang berhasil dikelola oleh Mardiana. Awalnya ia hanya mengakses pinjaman sebesar Rp2 juta, namun kini jumlah tersebut telah berkembang menjadi Rp7 juta.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa pelatihan merupakan elemen kunci dalam mendorong kemandirian para nasabah. Pendampingan yang konsisten diharapkan mampu membuat pelaku usaha mikro memiliki daya saing yang lebih tinggi.
"Nasabah PNM Mekaar memiliki potensi yang luar biasa, kapasitas usaha mereka perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan. Dari sana, nasabah bisa menemukan ide-ide baru, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas pasar. Inilah yang kami dorong agar mereka benar-benar naik kelas," kata dia.
Dodot menambahkan bahwa pemberian akses pengetahuan kepada perempuan memberikan dampak positif yang luas bagi keluarga dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kisah Mardiana menjadi bukti bahwa adaptasi dan kemauan belajar adalah modal utama dalam mengembangkan sebuah unit usaha. Dari skala rumahan, kini ia mampu mengelola bisnis yang lebih profesional dan bermanfaat bagi komunitas sekitarnya.
(rir)
Add
as a preferred source on Google


















































