Purbaya Respons Moody's Ubah Outlook Peringkat Kredit RI Jadi Negatif

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai perubahan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody's menjadi negatif tidak perlu disikapi berlebihan.

Menurutnya, fundamental ekonomi nasional justru menunjukkan arah perbaikan yang semakin jelas.

Purbaya mengatakan perekonomian Indonesia telah berbalik arah dan ke depan diperkirakan tumbuh lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya. Ia meyakini Moody's pada akhirnya akan menilai kondisi dalam negeri secara lebih objektif seiring membaiknya indikator ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya biar saja seperti itu, yang jelas kan ekonomi kita sudah berbalik arah, lebih cepat daripada sebelumnya. Ke depan akan membaik juga, lebih bagus lagi saya pikir, pertumbuhan akan lebih cepat. Nanti saya pikir pelan-pelan Moody's kan melihat apa yang terjadi di sini dengan lebih fair," ujar Purbaya ditemui di kantornya, Jumat (6/2).

Ia menegaskan keraguan lembaga pemeringkat terhadap sejumlah program pemerintah tidak akan berdampak besar, karena pertumbuhan ekonomi diyakini akan terus menguat. Seiring waktu, menurut Purbaya, kekhawatiran tersebut akan memudar.

"Walaupun ada program seperti yang mereka ragukan, tapi ekonomi akan tumbuh lebih cepat. Pelan-pelan nanti keraguannya akan hilang lagi," katanya.

Purbaya menekankan, penilaian lembaga pemeringkat pada dasarnya bertujuan melihat kemampuan dan kemauan suatu negara dalam membayar utang. Dalam hal ini, ia memastikan Indonesia memenuhi kedua aspek tersebut.

"Kan lembaga pemeringkat itu sebetulnya menilai untuk melihat apakah kita mampu bayar utang atau mau bayar utang. Dua-duanya kita penuhin, jadi harusnya nggak ada masalah. Ini saya pikir hanya yang agak pendek saja ya," ucapnya.

Menanggapi potensi dampak terhadap arus modal asing, Purbaya mengakui sebagian investor bisa saja bersikap lebih berhati-hati. Namun, ia menegaskan tidak ada alasan fundamental untuk khawatir terhadap kondisi fiskal Indonesia.

"Kalau orang yang penakut ya akan takut, tapi begini, selama mereka melihat fondasi ekonomi kita membaik, apalagi triwulan ke IV kemarin bagus kan, naik ke atas kan, walaupun di bawah target saya lagi sih, jelas kan ekonomi kita sudah berbalik arah. Nggak ada alasan ketakutan kita nggak bisa bayar atau kita nggak mau bayar utang," jelasnya.

Ia juga menilai peluang penurunan peringkat kredit Indonesia masih kecil, mengingat defisit fiskal tetap terkendali dan kondisi ekonomi relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain.

"Belum, saya pikir. Dari sisi apa? ketika ekonomi kita membaik, defisit juga masih terkendali kan, dibanding negara-negara lain kita masih bagus. Alasannya nggak terlalu kuat untuk mendowngrade. Justru kita harusnya pelan-pelan akan ada prospek upgrade, mungkin setelah akhir tahun ketika ekonomi kita tumbuh 6 persen atau lebih. Jadi saya akan fokus memperbaiki fundamental ekonomi saja," pungkas Purbaya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)

Read Entire Article
| | | |