Jakarta, CNN Indonesia --
Kepolisian New York menangkap dua orang nekat memanjat puncak gedung Empire State Building dan membentangkan spanduk besar pada Rabu (1/7).
Pasangan yang diduga influencer itu disebut melakukan aksi lamaran saat berada di puncak gedung pencakar langit tersebut.
Sementara itu psikolog senior dari Tel Aviv University, Perdana Menteri Israel Benjamin Netayahu adalah seorang orator ulung yang tahu bagaimana memikat khalayak luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Jumat (3/7).
Polisi Tangkap Sejoli Nekat Lamaran di Puncak Empire State New York
Polisi menangkap dua orang yang nekat memanjat puncak antena di gedung Empire State Building, New York, Amerika Serikat, pada Rabu (1/7) siang waktu setempat.
Kedua individu yang menggunakan topeng itu diidentifikasi sebagai Angela Nikolau dan Ivan Kuznetsov. Mereka diduga melakukan aksi lamaran, saat berada di puncak gedung pencakar langit tersebut.
Di atas antena Empire State, pasangan itu membentangkan spanduk bertuliskan "Ketika kekuatan cinta mengalahkan cinta atas kekuasaan, dunia akan mengenal perdamaian".
Antena di puncak Empire State Building memancarkan sinyal siaran untuk hampir semua stasiun TV dan radio lokal New York.
20 Rudal Balistik Rusia Bom Kyiv dan Kota Lain di Ukraina
Rusia meluncurkan serangan besar-besaran ke Kyiv dan sejumlah kota lain di Ukraina pada Kamis (2/7) dini hari waktu setempat.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan lebih dari 20 rudal balistik dan rudal jelajah diluncurkan ke Kyiv dalam dua jam pertama serangan.
Wali kota Vitali Klitschko mengatakan lima orang tewas dan 34 mengalami luka-luka imbas serangan itu. Dari puluhan korban luka, 32 di antaranya membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Imbas serangan itu pula banyak bangunan rusak, gedung apartemen terbakar, hingga atap hotel di pusat kota ikut terbakar.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa berat badannya hanya berkurang sedikit meski dalam kondisi perang.
Pernyataan enteng itu sontak memicu kritik dari lawan politik.
Psikolog klinis senior dan psikoanalis Dr Ofer Grozberg dari Tel Aviv University pernah diwawancara Maariv tahun lalu, untuk mengetahui kepribadian Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sejarah keluarganya, dan pengambilan keputusannya.
Wawancara ini memberikan wawasan tentang sejarah dan psikologi Netanyahu sehubungan dengan terpilihnya dia sebagai perdana menteri tepat 29 tahun yang lalu, pada 29 Mei 1996.
Menurut psikoanalis tersebut, Netanyahu adalah seorang orator ulung yang tahu bagaimana memikat khalayak luas, terutama mereka yang mendambakan drama dan pathos sebagai sarana untuk memupuk persatuan nasional.
(tim/dna)
Add
as a preferred source on Google


















































