Sering Lapar Padahal Sudah Makan? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Jumat, 06 Feb 2026 13:51 WIB

Rasa lapar yang sering muncul dan tak terpuaskan seringkali menjadi sinyal kalau tubuh sedang "mencoba" untuk memberi tahumu sesuatu. Ilustrasi. Rasa lapar yang sering muncul dan tak terpuaskan seringkali menjadi sinyal kalau tubuh sedang "mencoba" untuk memberi tahumu sesuatu. (iStockphoto/Tero Vesalainen)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tubuh butuh asupan makanan untuk menghasilkan energi. Maka itu, wajar kalau kamu akan merasa lapar dalam beberapa jam setelah makan.

Namun, jika kamu sering merasa lapar sekalipun barusan makan, mungkin saja ada masalah terkait kesehatanmu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ada istilah medis yang menggambarkan kondisi ini. Polifagia atau hiperfagia merupakan istilah yang menggambarkan rasa lapar ekstrem dan tak terpuaskan, seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Normalnya, peningkatan rasa lapar merupakan respons normal tubuh terhadap situasi seperti puasa, setelah banyak beraktivitas atau melakukan olahraga berat.

Akan tetapi rasa lapar yang sering muncul dan tak terpuaskan seperti polifagia seringkali menjadi sinyal kalau tubuh sedang "mencoba" untuk memberi tahumu sesuatu.

Berikut kemungkinan penyebab kamu sering merasa lapar, dihimpun dari berbagai sumber.

1. Dehidrasi

Mengutip WebMD, tubuh sering kali tidak bisa membedakan sinyal lapar atau hanya haus, sehingga dorongan ingin minum kerap disalahartikan sebagai keinginan makan.

Padahal mungkin tubuh sedang dalam kondisi dehidrasi yang membutuhkan asupan cairan, bukannya makanan. Gejala dehidrasi umumnya ditandai dengan rasa lelah, pusing, dan jarang buang air kecil.

Beberapa penelitian menunjukkan dengan minum segelas air sebelum makan, dapat membuat perasaan lebih kenyang.


2. Kurang tidur

Kurang tidur dapat memengaruhi hormon dalam tubuh yang mengontrol rasa lapar. Orang yang kurang tidur memiliki nafsu makan yang lebih besar dan lebih sulit merasa kenyang. 

Kamu juga lebih cenderung menginginkan makanan tinggi lemak dan tinggi kalori saat lelah.

Selain memiliki keinginan makan yang besar, efek lain dari kurang tidur di antaranya seperti sulit fokus, gangguan mood, mengantuk di siang hari, dan kenaikan berat badan.


3. Stres

Pikiran tegang dan stres membuat tubuh melepaskan hormon kortisol. Naiknya jumlah hormon ini akan memberi efek peningkatan nafsu makan dan rasa lapar.

Selain itu, orang yang stres memiliki kecenderungan besar untuk makan makanan tinggi gula, lemak, atau keduanya.

Ditambahkan dari laman CDC, kondisi kesehatan mental lainnya seperti depresi atau kecemasan dapat menyebabkan perubahan pola tidur dan makan. Beberapa orang dengan kecemasan atau depresi mungkin kehilangan nafsu makan, tapi yang lain justru merasa lebih lapar.


4. Gangguan hormon

Polifagia dapat menjadi gejala dari gangguan hormon seperti hipertiroid dan sindrom pramenstruasi (PMS).

Pada orang dengan kondisi hipertiroidisme, kelenjar tiroid akan melepaskan terlalu banyak hormon tiroid, yang berperan penting dalam mengatur metabolisme.

Kadar hormon tiroid yang tinggi mempercepat metabolisme, yang berarti tubuhmu menggunakan kalori lebih cepat dari biasanya. Ini dapat menyebabkan rasa lapar terus-menerus dan penurunan berat badan.

Sementara pada perempuan PMS juga dapat mengalami peningkatan rasa lapar. Ini disebabkan oleh lonjakan hormon estrogen dan progesteron serta penurunan kadar serotonin (neurotransmiter).


5. Diabetes

Diabetes melitus adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin atau sama sekali tidak memproduksi insulin.

Insulin adalah hormon penting yang membantu mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Tanpa insulin yang cukup, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi. Kurangnya penggunaan energi ini menyebabkan peningkatan rasa lapar.

(fef)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |