Sering Minum Ini? Awas Favorit Kamu Masuk 'Daftar Merah' Nutri Level

5 hours ago 16

CNN Indonesia

Jumat, 17 Apr 2026 06:45 WIB

Boba hingga kopi susu akan diberi label Nutri Level. Ini daftar minuman populer yang jadi sasaran awal. Ilustrasi. Boba hingga kopi susu aren masuk daftar merah nutri level. (iStock/visualspace)

Jakarta, CNN Indonesia --

Segelas kopi susu aren di pagi hari, teh tarik saat sore, atau boba di akhir pekan, kebiasaan yang terasa biasa ini kini mulai mendapat perhatian khusus. Pemerintah akan memberi label Nutri Level pada sejumlah minuman populer yang kerap dikonsumsi masyarakat.

Pada tahap awal, beberapa minuman yang akrab di keseharian akan lebih dulu masuk dalam daftar. Di antaranya:

• Minuman boba

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

• Teh tarik

• Kopi susu aren

• Jus

Melansir Detik, minuman-minuman ini dipilih bukan tanpa alasan. Kandungan gula yang relatif tinggi membuatnya masuk dalam kategori yang perlu diawasi konsumsinya.

Apa itu Nutri Level?

Nutri Level merupakan sistem penilaian kandungan gula dalam produk pangan dan minuman, yang ditampilkan dalam bentuk huruf dan warna. Tujuannya sederhana, membantu masyarakat mengenali mana pilihan yang lebih sehat.

Label ini terbagi menjadi empat kategori:

• Level A (hijau tua): kadar gula paling rendah

• Level B (hijau muda)

• Level C (kuning)

• Level D (merah): kadar gula paling tinggi

Semakin mendekati merah, artinya kandungan gula dalam minuman tersebut semakin tinggi.

Menariknya, label Nutri Level tidak hanya akan muncul di kemasan produk. Informasi ini juga akan ditampilkan di berbagai media yang sering dilihat konsumen, seperti:

• Daftar menu

• Spanduk

• Kemasan eceran

• Selebaran atau leaflet

• Menu pada aplikasi pemesanan online

Dengan begitu, konsumen tetap bisa mempertimbangkan pilihan meski membeli minuman langsung di gerai.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berharap kebijakan ini dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi konsumsi gula berlebih di masyarakat. Pasalnya, pola makan tinggi gula, garam, dan lemak berkaitan erat dengan meningkatnya penyakit tidak menular.

Salah satu contohnya terlihat pada lonjakan biaya pengobatan gagal ginjal. Pembiayaan penyakit ini meningkat lebih dari 400 persen, dari Rp2,32 triliun pada 2019 menjadi Rp13,38 triliun pada 2025.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perubahan pola konsumsi sejak dini. Melalui Nutri Level, pemerintah ingin menghadirkan informasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Dengan begitu, masyarakat tetap bisa menikmati minuman favoritnya, namun dengan pilihan yang lebih sadar dan terukur.

Baca selengkapnya di sini

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |