Shell Indonesia Anggap Bisnis Pelumas Masih Menjanjikan di Era EV

16 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Shell Indonesia menilai bisnis pelumas masih memiliki prospek di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik (EV) Tanah Air. Pasalnya, kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) masih mendominasi pasar kendaraan saat ini.

Menurut Jason Wong, Global Executive Vice President Shell Lubricants, kendaraan penumpang yang beredar di pasar domestik tidak terdiri dari mobil listrik murni saja, tetapi juga kendaraan hybrid dan mayoritas masih menggunakan mesin pembakaran internal.

"Memang adopsi EV sudah semakin banyak, tapi dari sisi mobil penumpang sendiri sebetulnya kategorinya masih banyak, ada hybrid dan mayoritas masih ICE," kata Wong di Jakarta, Selasa (15/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan kondisi itu membuat konsumen kendaraan konvensional masih menjadi bagian dari pasar yang akan terus dilayani untuk beberapa waktu ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah itu adalah porsi konsumen atau pelanggan yang akan terus kami layani," ujarnya.

Selain kendaraan ICE, Wong melihat kendaraan hybrid juga masih membutuhkan produk pelumas. Shell menyebut sekitar 70-80 persen kebutuhan pelumasan pada kendaraan hybrid masih tetap ada.

"Dan kemudian untuk hybrid, 70-80 persen masih butuh pelumasan. Jadi tidak akan langsung hilang semuanya," katanya.

Geliat EV di Indonesia terlihat jelas dari penurunan kontribusi mobil ICE terhadap total pasar. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), porsi ICE melorot dari 99,6 persen pada 2021 menjadi 78,2 persen pada 2025.

Sebaliknya, porsi battery electric vehicle (BEV) melejit dari 0,1 persen menjadi 12,9 persen pada akhir 2025. Per Maret 2026, porsi BEV naik lagi menjadi 15,6 persen, sedangkan ICE melorot menjadi 75 persen.

Pada periode ini, penjualan BEV melonjak 96 persen menjadi 33.146 unit dari 16.926 unit, melampaui pertumbuhan industri yang hanya 1,7 persen. Sementara, penjualan mobil ICE ambles dari 174.776 unit menjadi 156.684 unit. Hingga akhir 2026, porsi BEV diprediksi melambung menjadi berkisar 19-20 persen.

Berbeda dengan mobil ICE, mobil listrik murni tidak membutuhkan pelumas mesin karena tidak memiliki mesin pembakaran dengan banyak komponen. Meski demikian, bukan berarti kendaraan listrik sama sekali tidak membutuhkan cairan pelumas.

Shell pun pelan-pelan telah mulai menyesuaikan bisnis dengan perkembangan kendaraan listrik. Perusahaan telah meluncurkan produk yang ditujukan untuk kendaraan listrik atau disebut e-fluids.

Kini, perusahaan juga terus mengembangkan lini bisnisnya dengan meresmikan Pabrik Manufaktur Gemuk (Grease Manufacturing Plant/GMP) di Indonesia. Perusahaan bakal menyasar sektor industri dari setiap produk yang dihasilkan.

Memiliki kapasitas produksi hingga 12 kiloton per tahun, fasilitas itu melengkapi Pabrik Pelumas (Lubricants Oil Blending Plant/LOBP) Marunda milik Shell di Bekasi, Indonesia.

"Target kami sektor industri, sektor ini akan tetap butuh lubrikasi sampai beberapa tahun ke depan," kata Wong.

(ryh/fea)

Read Entire Article
| | | |