Jakarta, CNN Indonesia --
Taiwan semakin siaga mengantisipasi ancaman serangan dan invasi dari China.
Terbaru, Taipei akan menyiapkan anggaran hingga US$25 miliar atau setara Rp133 triliun untuk pertahanan wilayah tersebut per tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengajuan dana oleh Presiden Lai Ching Te telah disetujui oleh Parlemen, dikutip dari AFP.
Pengesahan tersebut langsung diumumkan ketua Parlemen setelah voting memenangkan rancangan undang-undang tersebut.
Besaran anggaran tersebut jauh di bawah angka yang sebelumnya diusulkan pemerintah sebesar US40 miliar (Rp694 triliun).
Parlemen Taiwan sempat berdebat sengit mengenai jumlah anggaran yang harus dihabiskan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan terhadap ancaman serangan dan invasi oleh China. Tiongkok mengklaim pulau itu sebagai bagian dari wilayah mereka dan telah mengancam akan merebutnya secara paksa.
Sebelumnya, Partai Kuomintang (KMT) dan Partai Rakyat Taiwan (PTT) menyatakan pada Jumat bahwa mereka bersedia menaikkan proposal pengeluaran awal mereka hingga maksimum NT$780 miliar (hampir US$25 miliar dolar AS) hanya untuk persediaan senjata AS.
KMT merupakan partai yang mendorong kedekatan hubungan dengan China.
KMT dan TPP mengendalikan parlemen Taiwan yang beranggotakan 113 kursi. Hanya 107 anggota parlemen yang hadir dalam pemungutan suara, yang disetujui dengan 59 suara mendukung.
Pemerintah Presiden Lai Ching Te, sempat mengusulkan NT$1,25 triliun untuk pembelian senjata, termasuk senjata AS serta drone buatan Taiwan dan barang-barang lainnya.
Ia telah berjanji untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan secara keseluruhan menjadi lebih dari tiga persen dari PDB tahun ini.
(bac)
Add
as a preferred source on Google



















































