Jakarta, CNN Indonesia --
PT HM Sampoerna Tbk berkomitmen mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bersaing di kancah global. Langkah ini diwujudkan melalui program pemberdayaan berkelanjutan yang mengintegrasikan pelatihan intensif dengan akses pasar internasional.
Presiden Direktur HM Sampoerna, Ivan Cahyadi, menjelaskan bahwa kolaborasi bersama Kadin Indonesia dalam program Wikiexport telah mencatatkan hasil signifikan. Sebanyak 200 UMKM binaan berhasil meningkatkan standar kualitas produk mereka hingga mampu menembus pasar ekspor pada tahun 2024.
"Pada 2024 lalu, melalui Pesta Rakyat UMKM, kami bersama Kadin Indonesia berhasil mendorong 200 UMKM naik kelas lewat program Wikiexport," ujarnya beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari visi besar perusahaan dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, Sampoerna menegaskan peran sektor swasta dalam mendukung hilirisasi ekonomi rakyat.
Ivan menambahkan, seluruh upaya ini juga melibatkan sinergi strategis dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memperluas jangkauan pembinaan. Selain itu, jaringan Sampoerna Retail Community (SRC) turut menjadi pilar penting dalam mendistribusikan produk lokal melalui inisiatif Pojok Lokal.
Saat ini, SRC telah membina lebih dari 250 ribu toko kelontong di seluruh Indonesia dengan fokus pada digitalisasi dan integrasi teknologi. Jaringan ini tidak hanya menjual kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi sarana pemasaran produk UMKM lokal dengan total omzet mencapai Rp236 triliun per tahun.
Pusat pelatihan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di Pasuruan, Jawa Timur, yang berdiri di lahan seluas 27 hektare, menjadi basis utama pengembangan kapasitas para pelaku usaha.
"Melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center, kami telah melatih lebih dari 97 ribu peserta dan membina 1.600 UMKM. Dengan lebih 200 di antaranya, berhasil menembus pasar ekspor dan lebih dari 8 persen telah ter-digitalisasi," pungkas Ivan.
Selain fokus pada ekspor, Sampoerna juga mendorong percepatan digitalisasi agar para pelaku usaha dapat beradaptasi dengan sistem ekonomi modern. Perusahaan memandang pembinaan dan penguasaan teknologi sebagai kunci utama bagi produk lokal untuk memenangkan persaingan di pasar domestik maupun global.
(rir)
















































