Tak Selalu Haus, Ini 7 Tanda Tubuh Mengalami Dehidrasi

3 hours ago 6

CNN Indonesia

Jumat, 13 Feb 2026 12:00 WIB

Tak selalu ditandai rasa haus, dehidrasi bisa muncul lewat bau mulut, sulit fokus, hingga mudah emosi. Ilustrasi. Dehidrasi tak cuma ditandai dengan munculnya rasa haus. (istockphoto/Gratsias Adhi Hermawan)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Sekitar 60 persen komposisinya adalah cairan yang berperan penting dalam hampir semua fungsi tubuh, mulai dari mengatur suhu, melumasi sendi, hingga membantu pencernaan dan distribusi oksigen ke seluruh organ.

"Air membantu tubuh membuang racun, menjaga kesehatan sel dan jaringan, serta mendukung kerja organ secara optimal," ujar Tamika Henry, dokter keluarga bersertifikat dan pendiri Unlimited Health Institute di California, mengutip Real Simple.

Masalahnya, tubuh terus kehilangan cairan setiap hari lewat keringat, urine, hingga napas. Ketika asupan cairan lebih sedikit daripada yang keluar, tubuh akan mengalami dehidrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak orang menunggu rasa haus sebagai tanda, padahal menurut Henry, "Saat Anda merasa haus, tubuh sebenarnya sudah mengalami dehidrasi ringan."

Selain haus, ada sejumlah tanda dehidrasi yang kerap luput disadari, termasuk yang memengaruhi kondisi fisik dan mental. Berikut tujuh di antaranya:

1. Bau mulut tak sedap

Bau mulut bisa muncul akibat produksi air liur yang menurun. Padahal, air liur memiliki sifat antibakteri. Saat tubuh kekurangan cairan, kemampuan melawan bakteri penyebab bau mulut pun ikut menurun.

"Akibatnya, kuman penyebab bau lebih mudah berkembang," kata Shyamala Vishnumohan, ahli gizi dari Australia.

2. Merasa lapar terus-menerus

Rasa lapar tak selalu berarti tubuh butuh makanan. Dalam beberapa kasus, sinyal ini muncul karena tubuh sebenarnya membutuhkan air.

Keinginan ngemil, terutama makanan asin, bisa menjadi tanda dehidrasi. Cobalah minum segelas air dan tunggu sekitar 15 menit sebelum mengambil camilan.

3. Sakit kepala

Dehidrasi sering dikaitkan dengan sakit kepala. Salah satu teorinya, kekurangan cairan dapat menyebabkan perubahan tekanan di sekitar otak yang memicu reseptor nyeri. Jika kepala mulai terasa berat tanpa sebab jelas, bisa jadi tubuh Anda butuh minum.

4. Sulit fokus

Kekurangan cairan, bahkan dalam tingkat ringan, dapat memengaruhi konsentrasi dan kemampuan kognitif. Dehidrasi bisa membuat seseorang lebih sulit fokus, lambat berpikir, dan kurang optimal dalam menjalankan tugas sehari-hari.

5. Sembelit

Air berperan besar dalam membantu proses pencernaan. Kurangnya asupan cairan dapat membuat feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Jika frekuensi buang air besar berkurang, dehidrasi bisa menjadi salah satu penyebabnya.

6. Mudah marah dan sensitif

Mood buruk tak hanya dipicu kurang tidur atau rasa lapar. Dehidrasi juga dapat memengaruhi sistem saraf dan membuat seseorang lebih mudah tersinggung, tidak sabar, atau cepat kesal.

Kulit yang kurang elastis bisa menjadi tanda tubuh kekurangan cairan. Cobalah cubit ringan kulit di punggung tangan. Jika kulit tidak segera kembali ke bentuk semula, itu bisa menjadi sinyal dehidrasi.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi bukan hanya soal minum saat haus. Mengenali tanda-tanda halus dehidrasi dapat membantu Anda lebih sigap memenuhi kebutuhan cairan dan menjaga tubuh tetap bugar sepanjang hari.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |