Telur Bisa Dipanaskan Lagi? Ini Cara yang Aman

3 hours ago 4

CNN Indonesia

Sabtu, 22 Agu 2026 18:10 WIB

Cara aman memanaskan telur. Ilustrasi. Telur yang sudah dimasak, bisa dipanaskan kembali. (iStockphoto/Hanasaki)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Telur menjadi salah satu bahan makanan yang praktis dan mudah diolah. Namun, ketika telur atau hidangan berbahan telur masih tersisa, muncul pertanyaan: apakah telur boleh dipanaskan kembali?

Jawabannya, telur matang dan hidangan berbahan telur pada dasarnya aman untuk dipanaskan kembali, selama sebelumnya disimpan dengan cara yang tepat dan dipanaskan hingga suhu yang cukup tinggi.

Meski demikian, proses pemanasan ulang dapat mengubah rasa dan tekstur telur. Telur yang dipanaskan terlalu lama, misalnya, bisa menjadi lebih kering, keras, atau kenyal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi nutrisi, memasak memang dapat memengaruhi kandungan zat gizi tertentu dalam makanan. Namun, penelitian mengenai seberapa besar pemanasan ulang telur matang memengaruhi profil nutrisinya masih terbatas.

Cara menyimpan telur sebelum dipanaskan kembali

Keamanan telur tidak hanya bergantung pada cara memanaskannya. Mengutip VNExpress, cara penyimpanan setelah telur matang juga penting.

Telur sebaiknya dimasak hingga matang sempurna untuk menurunkan risiko kontaminasi bakteri, termasuk Salmonella. Setelah matang, masukkan telur atau hidangan berbahan telur ke dalam wadah dangkal agar suhunya lebih cepat turun.

Simpan di dalam kulkas dengan suhu 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Telur matang dan hidangan berbahan telur sebaiknya dikonsumsi dalam waktu tiga hingga empat hari.

Saat akan disantap kembali, panaskan telur hingga mencapai suhu internal sekitar 74 derajat Celsius agar lebih aman dari risiko penyakit akibat makanan.

Cara memanaskan berbagai jenis telur

Cara terbaik memanaskan telur bergantung pada jenis olahannya. Berikut beberapa cara yang bisa digunakan:

1. Telur orak-arik

Telur orak-arik dapat dipanaskan menggunakan microwave selama 20-30 detik. Aduk setelah setiap interval agar panasnya merata. Ulangi hingga telur benar-benar hangat.

2. Omelet dan quiche

Letakkan omelet atau quiche di dalam wadah yang aman untuk oven. Panaskan pada suhu sekitar 176 derajat Celsius selama 15-20 menit. Jika dalam kondisi beku, waktu pemanasan bisa diperpanjang menjadi sekitar 25-30 menit.

3. Telur rebus

Telur rebus sebaiknya tidak dipanaskan langsung menggunakan microwave. Tekanan uap dapat terbentuk di dalam telur dan membuat kuning telur pecah atau meledak.

Cara yang lebih aman adalah memasukkan telur rebus ke dalam mangkuk tahan panas, lalu menyiramnya dengan air panas. Diamkan sekitar 10 menit sebelum dikonsumsi.

4. Telur ceplok

Telur ceplok dapat dipanaskan kembali menggunakan wajan. Tambahkan sedikit mentega atau minyak, kemudian panaskan selama sekitar 2-5 menit tanpa perlu membalik telur.

5. Telur poached

Masukkan telur poached secara perlahan ke dalam air yang mendidih kecil atau simmer. Panaskan selama sekitar 1-2 menit, kemudian angkat dengan hati-hati.

6. Telur mata sapi

Telur mata sapi dapat diletakkan di atas piring yang sudah dipanaskan dan diberi sedikit minyak. Panaskan dalam microwave selama sekitar 30 detik, kemudian diamkan selama satu menit sebelum disantap.

(tis/tis)

placeholder

Read Entire Article
| | | |