Temui Menhut Raja Juli, Eco Power Siap Bawa Dana Rp420 M dari Inggris

7 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kehutanan menerima kunjungan PT Eco Power Nusantara di Gedung Manggala Wanabakti, Rabu (15/4).

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di sektor reforestasi serta investasi hijau yang berorientasi pada pemulihan ekosistem dan pengurangan emisi karbon.

Pertemuan diawali dengan pemaparan profil perusahaan, termasuk rencana pengembangan proyek berbasis ekosistem di sejumlah wilayah Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam paparannya, PT Eco Power Nusantara menyoroti peluang kolaborasi dalam penghijauan hutan (reforestasi) dan pengembangan proyek carbon credit sebagai bagian dari upaya mendukung target penurunan emisi nasional.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menerima langsung perwakilan perusahaan dan menyampaikan respons positif terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai langkah yang ditawarkan sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan dan transisi menuju ekonomi hijau.

"Pada prinsipnya kami menyambut baik berbagai inisiatif yang mendukung restorasi ekosistem dan pengembangan proyek karbon. Ruang pendampingan juga terbuka sesuai dengan kapasitas kementerian," ujar Raja.

Selain kerja sama reforestasi, pertemuan juga membahas rencana investasi dari Eco Power UK sebagai mitra strategis. Nilai investasi awal yang disampaikan mencapai sekitar US$25 juta atau setara Rp420 miliar.

Ekonomi Hijau

Presiden Direktur PT Eco Power Nusantara, Swastiko Yoga, menjelaskan bahwa investasi tersebut akan difokuskan untuk mendukung pengembangan proyek berbasis carbon credit serta pembangunan infrastruktur pendukung di beberapa wilayah.

"Investasi ini diarahkan untuk memperkuat proyek yang berkontribusi pada pengurangan emisi sekaligus mendorong pemulihan ekosistem melalui pendekatan ekonomi hijau," kata Swastiko dalam rilisnya, Kamis (16/4).

Ia menambahkan, lokasi pengembangan yang disampaikan dalam presentasi meliputi Sanggau, Kalimantan Barat; Dumai, Riau; serta Boyolali dan Sragen, Jawa Tengah. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari proyek reforestasi terintegrasi dengan skema karbon.

(asa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |