Tetangga RI Turunkan Harga BBM Non-Subsidi

7 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk jenis RON97, RON95, dan solar pada periode penetapan harga 1-8 Juli.

Dalam keterangannya, Kementerian Keuangan Malaysia mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan sesuai dengan Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (Automatic Pricing Mechanism/APM) setelah rata-rata harga bahan bakar di pasar internasional mengalami penurunan pada pekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan penyesuaian tersebut, harga RON97 menjadi RM4,00 per liter, RON95 nonsubsidi menjadi RM3,37 per liter, dan solar nonsubsidi turun menjadi RM3,97 per liter. Harga masing-masing jenis BBM turun sebesar 10 sen (Rp438) per liter.

Dikutip New Straits Times, Kemenkeu menjelaskan pengumuman penurunan harga dilakukan lebih awal agar selaras dengan pelaksanaan program Budi Madani Diesel (Budi Diesel) yang mulai berlaku pada 1 Juli.

Menurut Kemenkeu Malaysia, harga minyak dunia terus menunjukkan tren penurunan dari level tertinggi yang sempat tercapai selama perang Amerika Serikat vs Iran sejak akhir Februari lalu.

Penurunan itu didukung oleh pasokan minyak global yang membaik serta harapan bahwa proses negosiasi terkait konflik dapat mengurangi risiko gangguan pasokan minyak mentah.

Meski demikian, kementerian menilai pasar minyak global masih belum sepenuhnya stabil. Risiko terhadap harga minyak mentah, biaya pengiriman, dan keamanan pasokan masih tetap ada hingga konflik benar-benar berakhir dan rantai pasok kembali pulih.

Pemerintah juga memastikan pasokan bahan bakar dalam negeri masih mencukupi. Namun, masyarakat diimbau menggunakan bahan bakar secara bijak dengan merencanakan perjalanan secara lebih efisien dan menghindari perjalanan yang tidak perlu guna membantu menghemat pasokan bahan bakar nasional sekaligus mengurangi beban anggaran subsidi.

Sementara itu, harga bahan bakar bersubsidi tidak mengalami perubahan. Harga RON95 dalam program Budi95 tetap dipertahankan sebesar RM1,99 per liter (Rp8.724 per liter), Budi Diesel sebesar RM2,10 per liter (Rp9.206 per liter), Subsidised Petrol Control System sebesar RM2,05 per liter (Rp8.987 per liter), serta Subsidised Diesel Control System sebesar RM2,15 per liter (Rp9.426 per liter).

Kemenkeu menambahkan, mulai 1 Juli, warga Malaysia yang memenuhi syarat dapat membeli solar bersubsidi seharga RM2,10 per liter melalui verifikasi MyKad di SPBU di seluruh negeri dalam skema Budi Diesel.

Pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibra menegaskan akan terus menerapkan kebijakan yang berhati-hati untuk melindungi konsumen dari gejolak harga bahan bakar, sekaligus memastikan pasokan energi nasional tetap aman dan mencukupi.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |