Trauma Berat Gempa Dahsyat Venezuela, Warga Caracas Tidur di Jalan

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Para warga di Caracas mengalami trauma berat akibat gempa bermagnitudo 7,2 hingga 7,5 yang menguncang kota itu dan wilayah lain di Venezuela pada Rabu (24/6).

Saking trauma, warga memilih tidur tidur di jalan karena takut gempa kembali terulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gempa dahsyat tersebut membuat sejumlah bangunan bertingkat runtuh, mati listrik, hingga Bandara Internasional Simon Bolivar terpaksa ditutup.

Warga tidur di atas kasur dan matras yang digelar di aspal jalan raya. Ada pula warga yang memilih tidur di dalam kendaraan roda empat milik mereka karena takut akan gempa susulan, dikutip dari media lokal Venezuela, Efecto Cocuyo.

Ketidakpastian mengenai laporan gempa susulan, dampak kerusakan hingga korban jiwa membuat para warga tetap waspada.

Sejumlah warga sempat pulang ke rumah mereka yang mengalami kerusakan, namun kembali berhamburan ke jalanan saat terjadi beberapa gempa susulan.

Kerusakan rumah dan gempa susulan yang terus menerus telah menyebabkan banyak orang memutuskan untuk tidur di luar karena masih belum ada tempat penampungan untuk merawat mereka yang kehilangan rumah.

Di Caracas, penduduk distrik Lomas de Urdaneta, lingkungan kelas pekerja di barat ibu kota, sepakat untuk bermalam di tempat parkir terbuka. Di Los Palos Grandes, tempat empat bangunan runtuh, Walikota Duque meminta warga untuk menghindari kembali ke rumah mereka karena terdapat kerusakan pada bangunan yang tidak terlihat.

Di distrik 23 de Enero yang padat penduduk, warga juga menjauhi gedung-gedung apartemen besar.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |