Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyindir Presiden Israel Isaac Herzog gegara tak memberi ampunan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang terjerat kasus korupsi.
Trump menyebut Herzog "memalukan" karena bersikap demikian terhadap sekutu "luar biasa"nya itu.
"Anda memiliki presiden yang menolak memberinya pengampunan. Saya kira dia mestinya malu," kata Trump kepada wartawan di Oval Office pada Kamis (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sindiran Trump itu dilontarkan sehari setelah ia bertemu dengan Netanyahu di Gedung Putih. Netanyahu bertolak ke Washington untuk memohon agar Trump mengambil sikap lebih keras terhadap Iran.
Trump menolak karena masih ingin mengupayakan jalur diplomatik. Meski begitu, ia menghibur kekecewaan Netanyahu dengan kembali mendorong Herzog untuk memberinya amnesti atas kasus korupsi yang menjeratnya.
"Dia (Herzog) memalukan karena tidak memberikannya. Harusnya dia memberikannya," ucap Trump, seperti dikutip Al Jazeera.
Netanyahu tersandung tiga kasus korupsi yang mencakup tuduhan penyuapan, penipuan, dan penyalahgunaan kepercayaan.
Kasus 1000 menuduh Netanyahu dan istrinya, Sara, menerima hadiah mewah senilai 700.000 shekel (sekitar Rp3,8 miliar) dari dua pengusaha sebagai imbalan atas bantuan politik.
Kasus 2000 menuding Netanyahu membuat kesepakatan dengan pemilik perusahaan media Yedioth Ahronoth, Arnon Mozes, untuk mendapat liputan yang menguntungkan. Sebagai imbalan, Netanyahu disebut menawarkan untuk membatasi surat kabar saingan Yedioth Ahronoth, yakni Israel Hayom.
Kasus 4000 sementara itu menuduh Netanyahu dan istri meminta berita positif mengenai mereka di situs populer Walla, yang dimiliki teman dekat Netanyahu Shaul Elovitch. Netanyahu disebut memberi imbalan dengan memuluskan jalan bagi Elovitch untuk merger dengan perusahaan telekomunikasi yang diincar sang pengusaha.
Sidang kasus korupsi Netanyahu sudah dimulai sejak Mei 2020. Mulanya, persidangan dijadwalkan berlangsung selama beberapa bulan. Namun Netanyahu terus menunda sidang dengan alasan sedang berperang di Gaza dan Lebanon. Netanyahu sendiri membantah semua tuduhan itu.
Sebagai pendukung keras Netanyahu, Trump berulang kali meminta Herzog mengampuni sang PM dalam pernyataan publik. Herzog sementara itu menyatakan permohonan pengampunan harus dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku di Israel.
Netanyahu secara resmi mengajukan permohonan amnesti pada 30 November 2025. Ia meminta keringanan atas tuduhan terhadapnya tanpa mengakui kesalahan.
Sebagai tanggapan, kantor Herzog menyatakan sedang meninjau permintaan tersebut. Proses itu disebut butuh waktu dan setelahnya baru bisa dipertimbangkan oleh Herzog.
"Hanya setelah proses itu selesai, Presiden Herzog akan mempertimbangkan permintaan tersebut sesuai dengan hukum, kepentingan terbaik Negara Israel, dipandu oleh hati nuraninya, dan tanpa pengaruh dari tekanan eksternal atau internal apa pun," demikian pernyataan kantor Herzog, seperti dikutip Anadolu Agency.
(blq/dna)
















































