Tuchel: Jerman dan Belanda Tersingkir Bikin Inggris Tenang

7 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menilai tersingkirnya tim-tim raksasa seperti Jerman dan Belanda di babak 32 besar Piala Dunia 2026 justru memberikan dampak positif bagi psikologis anak asuhnya.

Menurut Tuchel, gugurnya para kandidat juara tersebut bisa "menenangkan pikiran" skuad The Three Lions sekaligus meredam ekspektasi berlebih menjelang laga kontra RD Kongo pada Rabu (1/7) pukul 23.00 WIB.

Inggris di atas kertas sangat diunggulkan untuk melenggang ke babak 16 besar saat bersua wakil Afrika tersebut di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat (AS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, berkaca pada nasib sial Jerman yang didepak Paraguay serta Belanda yang ditumbangkan Maroko dua hari lalu, Tuchel emosional mengingatkan bahwa status favorit sama sekali bukan jaminan.

Ketika ditanya apakah rontoknya tim-tim besar Eropa menjadi peringatan keras bagi Inggris, Tuchel menjawab dengan realistis mengenai tipisnya batasan antara kemenangan dan kekalahan di fase gugur.

"Inilah hakikat dari fase gugur sepak bola. Laga Belanda melawan Maroko terdengar seperti perempat final atau semifinal. Begitu juga Brasil vs Jepang yang kualitasnya setara perempat final turnamen mana pun," ujar Tuchel dalam konferensi pers pra-pertandingan, seperti dilansir ESPN.

"Apa yang ditunjukkan dari hasil-hasil ini... Kanada mencetak gol kemenangan di masa injury time [lawan Afrika Selatan], Maroko menyamakan kedudukan di masa injury time lalu laga berlanjut sampai akhir. Jerman bahkan harus bertanding hingga adu penalti," bebernya.

"Saya pikir situasi ini bisa menenangkan kami. Hasil laga ditentukan oleh margin yang sangat tipis. Ini membantu kami untuk tidak berharap terlalu tinggi dan menempatkan apa yang terjadi di Piala Dunia ini dalam sudut pandang yang tepat," tambah mantan pelatih Bayern Munich tersebut.

Secara peringkat FIFA, jurang pemisah kedua tim terbilang sangat jauh. Inggris bertengger di peringkat empat dunia, sementara DR Kongo berada di posisi ke-46. Meskipun demikian, Tuchel mewaspadai motivasi berlipat ganda dari tim underdog yang bermain tanpa beban.

Inggris sendiri sempat mendapat kritik tajam di fase grup setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana dan sempat kesulitan sebelum akhirnya menang 2-0 atas Panama.

"Lawan kami akan bermain sebagai underdog, dan itu selalu menjadi peran yang lebih mudah bagi sebuah tim," kata Tuchel.

"Namun kami menerima hal itu dan tahu bagaimana cara menanganinya. Tidak ada yang berubah bagi kami. Kami akan menerapkan pendekatan yang rendah hati. Kami akan fokus pada diri kami sendiri," ungkap pelatih asal Jerman ini.

"Tidak peduli apa yang dikatakan peringkat FIFA besok. Kami harus menjawab tantangan yang ada di lapangan saat pertandingan berjalan. Untuk itu, kami butuh kebebasan, pola pikir yang benar, ketenangan, dan kesiapan untuk tampil. Saya rasa kami sudah siap," pungkas Tuchel.

Jika berhasil melewati hadangan RD Kongo, Inggris sudah ditunggu oleh tuan rumah Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Stadion Azteca yang bersejarah.

[Gambas:Video CNN]

(wiw/nva)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |