Jakarta, CNN Indonesia --
Thomas Tuchel mengakui timnas Inggris sempat mengawali awal yang buruk saat menumbangkan Kroasia 4-2 pada matchday pertama Piala Dunia 2026.
Inggris berjumpa Kroasia pada laga Grup L, Kamis (18/6) dini hari WIB. Harry Kane menjadi pahlawan The Three Lions dengan sumbangan dua golnya. Dua gol lainnya dicetak Jude Bellingham dan Marcus Rashford.
Sementara itu, dua gol Kroasia berasal dari Martin Baturina dan Petar Musa. Meski menang, Tuchel mengaku timnya jauh dari kata memuaskan pada 45 menit pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Babak pertama sedikit rumit bagi kami, kami tampak gugup. Dalam pengambilan keputusan, kami memilih bermain aman dan mengalirkan bola ke belakang. Kami kesulitan menemukan ritme permainan dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk memanfaatkan celah yang ada," ungkap Tuchel dilansir dari laman resmi FIFA.
"Saya melihat statistik yang menunjukkan kami hanya memenangi 33 persen duel di lapangan pada babak pertama dan 73 persen pada babak kedua. Jadi, bahkan saat tidak menguasai bola, kami tidak cukup baik dan tidak cukup berkomitmen," tambah pelatih asal Jerman itu.
Kendati begitu, Tuchel bangga dengan respons anak asuhnya di babak kedua. Bagi eks pelatih Chelsea itu, Inggris membutuhkan waktu untuk menemukan ritme permainan terbaik.
"Respons yang bagus.Saya menyukai reaksi para pemain pada babak kedua. Pertandingan ini penuh emosi dan banyak perasaan yang terlibat. Kami membutuhkan waktu untuk benar-benar menemukan permainan kami," kata Tuchel.
Kane juga merasakan hal yang sama dengan Tuchel. Tetapi bomber Bayern Munchen itu pun juga menyadari, pola main Inggris yang berkembang di paruh kedua berkat motivasi yang diberikan Tuchel saat jeda turun minum.
"Semua pujian untuk pelatih. Saat jeda, pelatih menyampaikan pesan yang intinya mengatakan, 'Kalau pun kalah, kita kalah dengan cara kita sendiri,' dan itu terlihat dari bagaimana kami tampil pada babak kedua. Kami langsung bermain dengan intensitas penuh dan mereka tidak mampu mengatasinya. Itulah standar yang harus kami tetapkan di setiap pertandingan. Jadi, kredit untuk semua orang," ucap Kane.
"Ini adalah laga pertama turnamen dan hasil yang luar biasa melawan tim kuat. Intensitas permainan adalah kekuatan terbesar kami, jadi kami harus memanfaatkannya lebih sering sepanjang turnamen ini," pungkas pemain 32 tahun itu.
(afr/jal)
Add
as a preferred source on Google



















































