CNN Indonesia
Selasa, 03 Feb 2026 20:30 WIB
UPH gelar Seminar Nasional yang menyoroti peran keluarga dalam pendidikan. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --
Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar Seminar Nasional Republik Indonesia 2026 sebagai bagian dari rangkaian Puncak Acara Natal Nasional RI 2025.
Seminar ini mengusung tema "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga" dengan fokus pada peran keluarga dan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Rektor UPH Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak menegaskan bahwa keluarga memiliki posisi strategis dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, nilai-nilai yang tumbuh di dalam keluarga akan sangat menentukan kualitas Indonesia pada masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita semua menyadari bahwa Natal bagi keluarga sangat penting. Tetapi pentingnya karena apa? Karena juga melalui kehidupan keluarga, pendidikan harus mendapat perhatian," ujar Jonathan, Selasa (3/2).
Melalui tema Natal tersebut, Jonathan mengatakan UPH ingin kembali meneguhkan peran institusi pendidikan dalam mendukung keluarga sebagai lingkungan pertama pembentukan nilai. Pendidikan, kata dia, tidak semata-mata berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter serta tanggung jawab sosial.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman yang juga Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Natal Nasional, termasuk seminar ini, dirancang dengan pendekatan sederhana namun berdampak luas bagi masyarakat.
"Satu, sederhana. Kedua, berdampak. Buat apa mewah-mewah tapi rakyat miskin banyak begini?" kata Maruarar.
Ia memaparkan bahwa dampak nyata diwujudkan melalui berbagai program sosial lintas iman, mulai dari bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga dukungan pembangunan di daerah tertinggal. Menurutnya, pendidikan dan kesehatan menjadi fokus utama karena keduanya berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Seminar Nasional UPH. (Dok. Istimewa)
Di kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan pentingnya penguasaan sains dan teknologi agar Indonesia mampu bersaing secara global. Ia menilai kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusianya.
"Penguasaan sains dan teknologi itu adalah salah satu yang harus betul-betul dikuasai pada suatu bangsa," ujarnya.
Brian juga menyoroti peran pendidik sebagai garda terdepan dalam pembangunan SDM, sekaligus menekankan pentingnya memberi harapan dan motivasi kepada peserta didik. Menurutnya, dukungan kecil dari seorang pendidik dapat berdampak besar bagi masa depan seseorang.
"Itu sesuatu yang intangible, tapi tidak ternilai harganya," katanya.
Melalui Seminar Nasional RI 2026 ini, UPH bersama Panitia Natal Nasional mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menegaskan kembali pentingnya keluarga, pendidikan, dan nilai kebangsaan. Seminar ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang berdaya saing, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
(nga/tis)

















































