CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 06:45 WIB
Ilustrasi. Kemampuan fokus anak perlu dilatih. Berikut beberapa cara melatih fokus anak yang bisa dilakukan di rumah. (Pexels.com/Ketut Subianto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kemampuan fokus atau konsentrasi pada anak tidak muncul begitu saja. Orang tua dan orang dewasa di sekitar anak perlu melatih kemampuan ini sehingga anak punya bekal untuk belajar dan dalam keseharian. Berikut beberapa cara melatih fokus anak.
Melatih kemampuan fokus bukan hal mudah. Ada banyak faktor yang dapat mengalihkan konsentrasi anak, seperti gawai, lingkungan sekitar maupun rasa bosan saat melakukan sesuatu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, orang tua tidak boleh menyerah begitu saja. Melatih fokus perlu dilakukan bertahap dan konsisten.
Cara melatih fokus anak
Melatih fokus anak bisa dilakukan di rumah lewat berbagai aktivitas termasuk bermain. Menghimpun informasi dari berbagai sumber, berikut beberapa tips buat orang tua untuk melatih fokus anak.
1. Menetapkan target berbasis waktu
Memberikan batas waktu yang realistis membantu anak memahami durasi kerja yang jelas, misal menyelesaikan tugas selama 15 menit sebelum istirahat singkat.
Pendekatan ini meningkatkan motivasi dan membantu anak belajar mengelola perhatian. Namun, orang tua perlu menyesuaikan target agar anak tidak merasa tertekan.
2. Memecah tugas menjadi bagian kecil
Tugas besar sering membuat anak kehilangan fokus karena terasa berat. Oleh karenanya, pecahlah pekerjaan menjadi langkah kecil, seperti menulis ide terlebih dahulu, kemudian membuat draf, lalu melakukan revisi.
Setiap tahap yang selesai memberi rasa pencapaian yang meningkatkan konsentrasi.
3. Mengajarkan teknik relaksasi dan pernapasan
Latihan pernapasan sederhana atau mindfulness membantu anak belajar menenangkan pikiran. Orang tua dapat mengajak anak menarik napas dalam selama beberapa detik sambil membayangkan suasana tenang seperti pantai atau taman. Teknik ini membantu anak kembali fokus pada momen saat ini.
4. Mendorong pembelajaran praktik langsung
Anak hiperaktif belajar lebih baik melalui pengalaman langsung. Menggambar, membuat proyek sederhana, atau belajar di luar rumah dapat meningkatkan keterlibatan anak.
Aktivitas yang melibatkan gerakan dan eksplorasi membuat perhatian anak lebih bertahan lama.
5. Memberi kesempatan bergerak secara terarah
Ilustrasi. Latih kemampuan fokus anak dengan memberikan mereka kesempatan untuk bergerak secara terarah. (Sri Purwantiningrum)
Meminta anak duduk terlalu lama justru dapat memperburuk kehilangan fokus. Sisipkan jeda gerakan setiap 20-30 menit, seperti peregangan ringan atau tarian singkat.
Aktivitas fisik membantu melepaskan energi berlebih sehingga anak lebih siap kembali berkonsentrasi.
6. Mengaitkan aktivitas dengan irama atau musik
Penelitian menunjukkan bahwa ritme musik tertentu dapat membantu otak anak menjadi lebih terstruktur dalam memproses informasi. Musik dengan tempo stabil mampu memberikan pola yang membantu anak mengantisipasi dan memahami tugas.
Orang tua dapat memutar musik instrumental lembut saat anak belajar, tetapi tetap memastikan lingkungan tidak terlalu bising
7. Membangun rutinitas harian yang konsisten
Rutinitas memberikan struktur yang membantu anak memahami urutan aktivitas. Jadwal harian yang jelas - mulai dari waktu belajar, bermain, hingga tidur - membuat anak merasa lebih aman dan mudah mempertahankan fokus karena tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
8. Dorong anak untuk aktif
Ingat, di sini Anda hanya membantu anak. Pastikan anak yang sepenuhnya mengerjakan tugas-tugasnya. Saat Anda banyak mengambil alih, maka yang berkonsentrasi justru orang tuanya dan bukan si anak.
Selain itu, dorong anak untuk terlibat aktif dalam menentukan waktu belajar, waktu bermain serta konsekuensinya. Ajak dia untuk bertanggung jawab akan keputusan yang diambil.
9. Atur lingkungan tempat belajar
Anak akan fokus belajar saat mereka berada di lingkungan yang rapi dan teratur. Kalau meja belajar anak berantakan dengan buku berserakan, mainan juga alat tulis, ajak dia untuk merapikannya terlebih dahulu.
10. Memberikan apresiasi dan reward
Pujian, apresiasi, atau hadiah sederhana dapat meningkatkan motivasi anak. Sistem poin atau penghargaan kecil saat anak berhasil menyelesaikan tugas tanpa terdistraksi dapat menjadi dorongan positif.
Tidak selalu harus berupa hadiah fisik, bahkan kata-kata dukungan dari orang tua sering kali jauh lebih bermakna.
11. Ajak bermain
Ilustrasi. Cara melatih fokus anak bisa dengan mengajaknya bermain. Sudoku jadi permainan yang direkomendasikan. (Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska)
Permainan bisa jadi sarana anak belajar. Orang tua bisa mengajak anak bermain permainan berikut sebab ampuh jadi cara melatih fokus anak.
- Math Simon Says
Permainan klasik "Simon Says" dapat dimodifikasi untuk melatih konsentrasi sekaligus keterampilan berhitung anak. Dalam permainan ini, anak hanya boleh melakukan instruksi jika diawali dengan kata "Simon Says".
Misalnya, "Simon says, pegang hidungmu" berarti anak harus menyentuh hidungnya. Jika instruksi tidak diawali dengan kata tersebut, anak harus diam.
Versi matematika bisa ditambahkan dengan perintah berhitung, seperti "lompat 2 + 3 kali". Dengan begitu, selain fokus, anak juga berlatih keterampilan berhitung sederhana.
- Red light green light
Permainan ini cocok dilakukan di luar ruangan. Anak harus berhenti bergerak ketika mendengar "Red Light" dan mulai bergerak kembali ketika mendengar "Green Light". Selain melatih fokus, permainan ini juga menyalurkan energi anak secara positif.
Fokus anak benar-benar diuji karena mereka harus sigap menangkap perintah secara cepat. Variasi bisa ditambahkan dengan "Yellow Light" untuk bergerak lambat atau cara berjalan tertentu, misalnya berjalan sambil melompat.
- Sudoku
Untuk anak yang lebih besar, Sudoku adalah permainan melatih fokus anak yang menantang. Dalam Sudoku, anak harus mengisi angka 1-9 dalam kotak 9x9 tanpa ada angka yang sama di baris, kolom, maupun kotak kecil.
Permainan ini mengajarkan anak untuk berpikir logis, teliti, dan fokus dalam jangka waktu lama. Dengan rutin berlatih Sudoku, kemampuan konsentrasi anak akan semakin terasah, terutama dalam menghadapi soal-soal yang memerlukan analisis.
- Math bingo
Bingo tidak hanya bisa digunakan sebagai hiburan, tetapi juga alat belajar. Dengan memodifikasi Bingo menjadi Math Bingo, anak akan fokus mendengarkan soal matematika yang dibacakan guru atau orang tua.
Anak kemudian menandai jawabannya di kartu Bingo mereka. Konsentrasi dan ketelitian sangat diperlukan agar anak tidak salah menjawab. Selain itu, permainan ini memperkuat keterampilan berhitung dengan cara yang menyenangkan.
- Rantai kata
Rantai kata merupakan permainan sederhana tetapi efektif untuk melatih fokus anak. Permainan ini menuntut anak untuk mendengarkan dengan baik, mengingat kata sebelumnya, serta berpikir cepat untuk menambahkan kata baru.
Caranya, satu orang menyebutkan sebuah kata, lalu orang berikutnya harus menambahkan kata baru yang diawali dengan huruf terakhir kata sebelumnya. Misalnya: "buku-ular-rumah-harimau".
- Zip zap zop
Permainan ini dilakukan berkelompok dengan posisi melingkar. Anak harus saling melempar kata "Zip", "Zap", atau "Zop" sambil menunjuk teman berikutnya.
Adapun ketahanan fokus sangat diperlukan karena jika salah menyebut kata atau salah arah, anak akan gugur.
- Bongkar kode huruf
Permainan ini memungkinkan anak membuat kode rahasia yang mewakili huruf-huruf alfabet. Misalnya, huruf "A" diganti dengan simbol bintang, "B" dengan lingkaran, dan seterusnya.
Setelah membuat kode, anak menuliskan pesan rahasia untuk dipecahkan temannya. Aktivitas ini mengasah fokus, kreativitas, serta keterampilan pemecahan masalah
Demikian cara melatih fokus anak yang dapat dilakukan di rumah. Namun jika fokus anak dirasa sulit dilatih sebaiknya konsultasilah dengan profesional.
(glo/els)


















































