15 Makanan Menaikkan Trombosit yang Baik untuk Dikonsumsi

2 hours ago 7

CNN Indonesia

Rabu, 29 Jul 2026 07:30 WIB

Closeup of a red guava cut in half, in the background several guavas and green leaf Ilustrasi. Jambu jadi salah satu makanan yang bisa naikkan kadar trombosit. (iStockphoto/Murilo Gualda)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Makanan menaikkan trombosit sering dicari ketika seseorang mengalami penurunan kadar trombosit, baik akibat demam berdarah (DBD), infeksi, maupun kondisi medis tertentu. Meski tidak bisa menggantikan pengobatan dari dokter, sejumlah makanan kaya vitamin dan mineral dapat membantu mendukung proses pembentukan trombosit di dalam tubuh.

Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sel darah ini membantu menghentikan perdarahan saat tubuh mengalami luka.

Dalam kondisi normal, tubuh terus memproduksi trombosit karena masa hidupnya relatif singkat, yakni sekitar 7-10 hari. Jumlah trombosit yang normal berkisar antara 150.000-450.000 per mikroliter darah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pada beberapa kondisi, kadar trombosit dapat menurun atau dikenal sebagai trombositopenia. Akibatnya, darah menjadi lebih sulit membeku sehingga risiko perdarahan meningkat.

Penurunan trombosit bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kehamilan, penyakit autoimun trombositopenia, infeksi bakteri dalam darah, demam berdarah (DBD), sindrom uremik hemolitik, hingga efek samping obat-obatan tertentu seperti antibiotik golongan sulfa, antikonvulsan, dan heparin.

Selain menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, pola makan yang tepat juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel darah, termasuk trombosit.

Daftar makanan untuk menaikkan trombosit

Secara umum, makanan menaikkan trombosit mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin C, serta asam folat yang berperan dalam pembentukan sel darah. Berikut pilihannya melansir RSPI:

1. Daging sapi

Daging sapi merupakan sumber zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah sehat, termasuk trombosit. Selain itu, kandungan protein hewani di dalamnya juga membantu menjaga massa otot dan mendukung daya tahan tubuh.

2. Bayam

Bayam menjadi salah satu sayuran hijau yang kaya zat besi dan mudah ditemukan. Konsumsi bayam dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian sekaligus mengurangi risiko anemia.

3. Buah bit

Buah bit mengandung asam folat atau vitamin B9 yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel-sel darah baru. Nutrisi ini berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan trombosit.

4. Telur

Telur mengandung vitamin B9 dan vitamin B12 yang mendukung pembentukan sel darah sehat. Selain itu, telur juga kaya vitamin A, vitamin E, dan kolin yang baik untuk kesehatan mata, otak, dan sistem kekebalan tubuh.

5. Alpukat

Alpukat mengandung folat, vitamin C, serta vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah sehingga membantu tubuh menghentikan perdarahan saat terjadi luka.

6. Tomat

Tomat mengandung vitamin C, folat, dan likopen. Kombinasi nutrisi tersebut mendukung pembentukan sel darah sekaligus membantu menjaga kesehatan jantung.

7. Ikan tuna

Ikan tuna merupakan sumber vitamin B12 yang dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah. Ikan ini juga mengandung protein berkualitas tinggi, lemak sehat, dan kalsium.

8. Kacang tanah

Kacang tanah bersama jenis kacang lainnya seperti almond, mete, dan pistachio kaya akan asam folat. Kekurangan folat diketahui dapat berkaitan dengan rendahnya jumlah trombosit.

9. Jeruk

Jeruk terkenal sebagai sumber vitamin C. Selain membantu meningkatkan daya tahan tubuh, vitamin C juga membantu penyerapan zat besi dan mendukung pembentukan trombosit.

10. Biji labu kuning

Biji labu kuning atau kuaci mengandung zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah. Di dalamnya juga terdapat magnesium, fosfor, kalium, tembaga, mangan, dan kalsium.

11. Mangga

Mangga mengandung vitamin C dan asam folat yang membantu penyerapan zat besi sekaligus mendukung pembentukan trombosit. Kandungan kaliumnya juga bermanfaat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

12. Jambu biji

Jambu biji menjadi salah satu buah yang sering direkomendasikan untuk membantu meningkatkan kadar trombosit. Kandungan vitamin C yang sangat tinggi membantu penyerapan zat besi, sementara senyawa trombino diyakini dapat merangsang produksi trombosit.

13. Delima

Delima mengandung vitamin C dan asam folat yang berperan dalam proses pembentukan sel darah. Buah ini juga kaya antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

14. Angkak

Angkak atau beras ragi merah cukup populer sebagai makanan pendamping bagi penderita DBD. Kandungan isoflavon dan monacolin K di dalamnya diyakini dapat membantu merangsang pembentukan trombosit. Angkak umumnya diolah menjadi sup hangat.

Meski demikian, konsumsi angkak sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat tertentu.

15. Yoghurt

Yoghurt mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan saluran cerna. Beberapa penelitian juga menunjukkan probiotik dapat membantu mendukung pembentukan sel darah di sumsum tulang, sehingga berpotensi berperan dalam meningkatkan jumlah trombosit.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |