502 Sekolah Rusak Berat Akibat Gempa NTT, 923 Sekolah Diliburkan

4 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat melaporkan 502 sekolah alami kerusakan berat akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (20/8).

"Di sektor pendidikan, gempa bumi berdampak terhadap 1.378 satuan pendidikan. Dengan 502 sekolah di antaranya dilaporkan rusak berat di 7 kabupaten yang meliputi 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan," jelas Atip.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atip merinci dari 8.664 ruang kelas yang terdata, sebanyak 5.521 atau sekitar 63,7% dilaporkan rusak. Bahkan, 2.229 di antaranya masuk dalam kategori rusak berat atau total. Kerusakan juga tercatat menimpa laboratorium, perpustakaan, sanitasi, dan rumah dinas guru.

Dari total 1.159 sekolah yang memberikan laporan, sebanyak 923 sekolah diliburkan sementara, 30 sekolah melangsungkan pembelajaran tatap muka, 35 menjalankan sekolah darurat, dan 171 menjalankan pembelajaran jarak jauh.

"Pelaksanaan pembelajaran mengikuti kebijakan dari Gubernur NTT untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah dan di tempat pengungsian agar menghindari bangunan yang berpotensi roboh dan melukai karena gempa susulan yang masih terus berlangsung," ujar Atip.

Sejumlah upaya juga telah dilakukan Kemendikdasmen untuk menangani dampak gempa NTT di sektor pendidikan, seperti mendata kebutuhan penguatan pos pendidikan, menyalurkan bantuan dan santunan, dan menerbitkan panduan pembelajaran di masa darurat.

Melalui panduan pembelajaran ini, Kemendikdasmen menekankan pada materi esensial literasi, numerasi dasar, dan dukungan psikososial.

Kemendikdasmen juga tengah menyiapkan ruang kelas darurat secara bertahap bagi sekolah yang rusak berat melalui pendistribusian 100 tenda ruang kelas.

Per Kamis (20/8) pukul 16.00 WIB, BNPB melaporkan total jumlah gempa susulan mencapai 3.752 kejadian. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan diperkirakan masih akan terjadi selama 2 hingga 3 minggu ke depan dengan kekuatan yang lebih kecil dibandingkan gempa utama.

(mou/isn)

placeholder

Read Entire Article
| | | |