Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dan mengamankan uang sejumlah sekitar Rp1,5 miliar dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Barang bukti 1,5 miliar," ujar sumber CNNIndonesia.com di internal KPK saat dihubungi melalui sambungan tertulis, Kamis (20/8).
Sejumlah kepala dinas dikabarkan terjaring operasi senyap tersebut. Beberapa di antaranya dikabarkan juga sudah berada di kantor KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 6 orang yang dibawa, kepala dinas," lanjutnya.
Sumber ini menyatakan KPK sedang melakukan pengembangan untuk menjaring sejumlah pihak lain.
"Terima duit dari rekanan 1,8 M," masih kata sumber yang sama.
"Yang terima duit dari rekanan Pemda, yang terima staf bupati," lanjut dia.
CNNIndonesia.com sudah berupaya menghubungi Bupati Bogor, Rudy Susmanto untuk menanyakan dugaan penangkapan kepala dinas di wilayahnya itu oleh KPK melalui pesan tertulis dan sambungan telepon. Namun, hingga berita ini ditulis, nomor telepon yang bersangkutan sedang tidak aktif.
CNNIndonesia.com juga sudah menghubungi pimpinan KPK Setyo Budiyanto dan Fitroh Rohcahyanto untuk mengonfirmasi kegiatan tangkap tangan tersebut. Namun, belum diperoleh jawaban.
"Menanggapi informasi yang berkembang di masyarakat, terkait kabar peristiwa tertangkap tangan di wilayah Kabupaten Bogor, kami klarifikasi, bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Budi melalui keterangan tertulis, Kamis petang tadi.
Meskipun demikian, Budi menyatakan di wilayah tersebut memang ada kegiatan lain yang dilakukan tPK. Kegiatan lain dimaksud adalah permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak, menindaklanjuti laporan masyarakat.
"Adapun kegiatan lain oleh KPK di wilayah tersebut, benar ada, namun untuk saat ini secara detail kami belum dapat sampaikan," ucap Budi.
"Pada waktunya kami tentu akan sampaikan kepada publik secara transparan," lanjutnya.
(ryn/kid)


















































