Airlangga Ungkap 3 Keistimewan RI dalam Deal Dagang dengan AS

2 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan empat keistimewaan Indonesia dalam kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS) dalam dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART), yang diteken Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump, Kamis (19/2) di Washington DC, Amerika Serikat.

Menurut Airlangga, keistimewaan pertama adalah kesepakatan dagang RI dengan AS ditandatangani langsung oleh kepala negara, berbeda dengan perjanjian serupa yang dilakukan AS dengan negara lain, yang hanya ditandatangani tingkat menteri.

"Banyak negara juga yang perjanjian ini tidak ditandatangani oleh kepala negara, tetapi di level menteri. Nah, jadi khusus mengenai Indonesia apalagi hari ini kita ketahui jumlah kepala negara yang hadir juga banyak, tetapi yang diberikan kesempatan untuk berbicara mengenai agreement dan bilateral hanya Presiden Indonesia. Presiden Prabowo," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-Amerika Serikat di Washington DC, Kamis (19/2) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keistimewaan kedua, sekitar 90 persen dari permintaan dan dokumentasi Indonesia dalam proses negosiasi dipenuhi pihak AS.

"90 persen daripada dokumentasi yang dikirim oleh Indonesia dipenuhi oleh Amerika. Jadi usulannya Indonesia dipenuhi oleh Amerika," ungkap Airlangga.

Ketiga, perjanjian murni soal perdagangan dan investasi, tanpa memasukkan klausul non-trade seperti urusan nuklir, pertahanan, atau Laut Cina Selatan.

"Berbeda dengan berbagai perjanjian ART dengan negara lain, Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non-kerja sama ekonomi, antara lain terkait pengembangan reaktor nuklir, kebijakan Laut Cina Selatan, dan pertahanan serta keamanan perbatasan. Sehingga murni ART kita adalah terkait perdagangan," katanya.

Keempat, Indonesia bebas dari ancaman tarif 10 persen yang sempat dilontarkan Presiden AS Donald Trump terhadap anggota BRICS, termasuk Indonesia yang bergabung sejak Januari 2025, di tengah KTT BRICS ke-17 di Brasil.

"Saya pikir ini sudah lewat. Sudah tidak dibahas lagi yang terkait dengan tambahan ini, sehingga kita tidak pernah membahas terkait dengan BRIC," ujar Airlangga dalam sesi tanya jawab konferensi pers.

Keunggulan-keunggulan ini menjadikan ART RI-AS berbeda dari perjanjian serupa dengan negara lain dan menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra dagang yang strategis di kawasan Asia Tenggara.

[Gambas:Video CNN]

(lau/pta)

Read Entire Article
| | | |