CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 19:15 WIB
Ilustrasi. Penyebab anak sering membantah perkataan orang tua. (iStockphoto/gahsoon)
Jakarta, CNN Indonesia --
Anak yang sering membantah orang tua kadang langsung dicap nakal, keras kepala, atau kurang ajar.
Padahal, perilaku ini tidak selalu sesederhana itu. Ada banyak hal di balik sikap anak yang terlihat menolak atau melawan aturan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut tujuh alasan anak sering membantah orang tua yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Anak sedang belajar punya pendapat sendiri
Anak membantah tidak selalu berarti ingin melawan. Dalam fase tertentu, terutama saat mulai lebih besar, anak sedang belajar bahwa dirinya punya keinginan, pendapat, dan cara berpikir sendiri.
Studi dari PubMed menemukan perlawanan anak terhadap aturan orang tua bisa dipahami sebagai bentuk ekspresi otonomi. Ini menunjukkan bahwa anak bukan sekadar menolak, tapi sedang belajar menunjukkan bahwa ia juga punya suara.
2. Usia 9-13 tahun mulai lebih berani mempertanyakan aturan
Melansir dari jurnal dari MDPI, anak usia 9-13 tahun menunjukkan fase ini memang sering diwarnai perubahan cara anak merespons aturan. Anak mulai lebih sadar pada ruang pribadi, kehendak diri, dan rasa keadilan.
Pada usia sekolah akhir hingga awal remaja, anak biasanya mulai lebih kritis. Ia tidak lagi hanya menerima aturan, tapi mulai bertanya kenapa aturan itu ada dan apakah aturan tersebut terasa adil.
3. Aturan terasa terlalu sepihak
Anak juga bisa membantah ketika merasa aturan di rumah terlalu sepihak. Misalnya, orang tua hanya memberi perintah tanpa penjelasan, terlalu sering melarang, atau tidak memberi ruang anak untuk bicara.
Di satu sisi, anak diharapkan patuh tanpa banyak tanya, sementara kesalahan sering dibalas hukuman. Pola seperti ini bisa membuat anak merasa tidak didengar dan lebih mudah melawan.
4. Anak ingin merasa punya pilihan
Sebagian bantahan muncul karena anak ingin merasa punya kendali atas dirinya sendiri. Bukan berarti anak boleh bebas melakukan apa saja, tapi ia juga perlu merasa pendapatnya dianggap penting.
Dukungan pada otonomi anak dapat membantu hubungan orang tua dan anak terasa lebih sehat dan membuat anak merasa lebih dihargai.
5. Emosi anak belum matang
Anak belum punya kemampuan mengatur emosi sebaik orang dewasa. Saat lelah, lapar, kecewa, atau merasa tidak dipahami, bantahan bisa keluar sebagai respons spontan.
Bagi orang tua, kalimat anak mungkin terdengar kasar atau menantang. Tapi bagi anak, itu bisa jadi cara paling cepat untuk menunjukkan bahwa ia sedang kesal, tidak nyaman, atau kewalahan.
6. Anak sedang stres, lelah, atau terlalu banyak rangsangan
Bantahan juga bisa muncul ketika tubuh dan pikiran anak sedang terlalu penuh. Anak yang kurang tidur, lapar, terlalu lama screen time, atau terlalu banyak mendapat rangsangan biasanya lebih mudah meledak.
Dalam kondisi seperti ini, nasihat panjang sering kali tidak efektif. Anak justru bisa makin membantah karena otaknya sedang sulit menerima arahan. Orang tua bisa lebih dulu mengecek apakah anak butuh makan, tidur, istirahat, atau suasana yang lebih tenang.
7. Dalam kasus tertentu, bisa berkaitan dengan masalah perilaku
Meski membantah bisa menjadi bagian normal dari perkembangan, orang tua tetap perlu waspada jika perilaku ini sangat sering, intens, dan mengganggu kehidupan sehari-hari anak.
American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP) menjelaskan Oppositional Defiant Disorder (ODD) sebagai pola perilaku tidak kooperatif, menantang, dan bermusuhan terhadap figur otoritas yang berlangsung terus-menerus.
Mayo Clinic juga menyebut ODD dapat ditandai dengan sering marah, mudah tersinggung, berdebat, menolak aturan, atau menyalahkan orang lain. Tapi, tidak semua anak yang membantah berarti mengalami gangguan ini. Penilaian tetap perlu dilakukan oleh tenaga profesional.
Anak yang membantah tidak selalu sedang melawan orang tua. Kadang, ia sedang belajar menyatakan diri, mencari batas, atau meminta didengar dengan cara yang belum rapi.
Maka dari itu, orang tua tidak hanya perlu menuntut anak diam, tapi juga membaca apa yang ada di balik bantahan tersebut.
(anm/fef)
Add
as a preferred source on Google

















































