Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta aparat kepolisian mengusut pabrik sawit yang menahan kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS).
"Tapi kami sampaikan yang 274 kami langsung pada hari itu juga kami mengirim surat ke Pak Kapolri bahwa ini harus ditindaklanjuti dan langsung tembusan Kapolda di wilayah masing-masing dan Dirkrimsus ditindaklanjuti. Dengan surat itu, tinggal 100 lebih yang belum menaikkan harga TBS," ujar Amran di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6).
Amran menyampaikan harga TBS hampir normal. Ia menyebut pekan depan harga TBS akan kembali pulih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang masih belum ada kurang lebih 100, kurang lebih 5 sampai 10 persen. 90 persen sudah kembali seperti semula tetapi harapan kita ke depan insyaallah dengan DSI ini, satu pintu itu bisa mengangkat kesejahteraan petani Indonesia dan menghindari ada kebocoran-kebocoran," ujarnya.
Ia mengatakan mendapatkan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto ihwal TBS ini.
Amran menyebut ditelepon langsung oleh Prabowo dan ditanyakan mengapa harga TBS mengalami penurunan.
Ia pun menjawab bahwa hal itu sebagai anomali, di mana harga minyak mentah dunia naik. Namun harga TBS justru menurun.
"Nah ini anomali, harga CPO dunia naik, dolar menguat kurang lebih 10 persen, harga CPO naik tetapi harga TBS turun. Ini tidak masuk akal, sama dengan kejadiannya dengan minyak goreng," ucap dia.
(mnf/sfr)
Add
as a preferred source on Google

















































