Apa Itu Free Float yang Disorot MSCI hingga IHSG Ambrol?

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan aturan baru terkait batas minimal porsi saham publik yang diperdagangkan (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

"SRO (Self-Regulatory Organization/BEI) akan menerbitkan aturan untuk free float minimal 15 persen yang akan dilakukan dalam waktu dekat dan dengan transparansi yang baik," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Kamis (29/1).

Hal itu disampaikan di tengah tekanan terhadap IHSG menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia pada MSCI Global Saham Indexes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan MSCI diambil setelah menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia dan likuiditas free float.

Mengutip Corporate Finance Institute, free float adalah jumlah saham yang aktif milik sebuah perusahaan yang diperdagangkan di pasar saham.

Artinya, saham tersebut tak dimiliki pemegang saham besar, seperti pendiri perusahaan, manajemen, atau institusi dengan kepemilikan jangka panjang dan tidak akan dijual dalam waktu dekat.

Free float juga berfungsi sebagai indikator penting untuk menilai seberapa likuiditas dan volatilitas saham.

Saham dengan free float besar dinilai lebih transparan dan stabil, sementara saham dengan free float kecil dinilai lebih berisiko meski dapat memberikan peluang jangka pendek.

Semakin besar persentase free float, maka semakin likuid saham tersebut. Hal ini karena banyak investor yang bisa membeli atau menjual kapan saja dan pergerakan harganya lebih stabil sebab tak mudah dimanipulasi.

Oleh karena itu, free float sendiri berdampak terhadap risiko investasi, strategi trading, penilaian pasar.

Sebelum direvisi menjadi minimal 15 persen, Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan aturan free float dengan angka minimal 7,5 persen untuk bisa tetap tercatat di bursa.

Namun, saham dengan free float di atas 40 persen dinilai sangat likuid dan mempunyai bobot tinggi dalam indeks saham.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)

Read Entire Article
| | | |