CNN Indonesia
Sabtu, 29 Mar 2025 09:24 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah orang beranggapan jika mudik menggunakan sepeda motor merupakan hal lumrah. Bahkan, tidak sedikit orang yang menyebut bila aktivitas itu serupa dengan touring menunggangi roda dua.
Jusri Pulubuhu, praktisi keselamatan berkendara dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan dua istilah tersebut tidak bisa disamakan. Ia bilang meski sama-sama melakukan perjalanan jauh menggunakan motor, namun tingkat risikonya berbeda.
Pertama, ia menjabarkan soal mudik jelang lebaran yang biasa dilakukan ketika berpuasa. Hal ini mengkhawatirkan sebab saat puasa, pengendara berpeluang kehilangan stamina dan berujung penurunan konsentrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, mudik jelang lebaran juga biasanya akan lebih kejar-kejaran waktu. Belum lagi para pemudik motor akan berhadapan dengan situasi lalu lintas yang padat kendaraan akibat pemudik membeludak di jalan.
"Makanya ini beda. Situasi lalu lintasnya beda dan biasanya apalagi pulang mendekati lebaran pasti akan kejar-kejaran waktu," kata Justi melalui telepon, Kamis (27/3).
Jusri lantas mengurai mengapa motor dinilai tak aman digunakan untuk mudik lebaran. Poin utama yakni roda dua tidak memiliki proteksi khusus seperti mobil.
Selanjutnya, pemudik sepeda motor membawa banyak penumpang dan barang bawaan. Ini yang membuat fungsi sepeda motor berubah dan tak sesuai.
"Jadi bisa dibayangkan kalau misalnya mengalami kecelakaan, terjadi cedera serius," ucap Jusri.
Kementerian Perhubungan memprediksi 12,74 juta orang mudik naik motor tahun ini.
Kepala Korlantas Polri Agus Suryonugroho sebelumnya mengatakan tak melarang masyarakat mudik naik motor tetapi dia mengimbau hal itu jangan dilakukan.
Agus menyampaikan itu guna meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas, di mana kendaraan roda dua paling banyak terlibat.
Ia membeberkan data pada periode mudik 2024, motor berkontribusi 75 persen dari total kecelakaan lalu lintas yang terjadi.
"Karena tahun lalu saat mudik 2024, kecelakaan terbanyak saat operasi ketupat, 75 persen adalah roda dua. Ini yang harus kita layani betul, tempat dari tempat harus kita kawal," ujar Agus.
Menurut Agus akan lebih baik apabila mudik dilaksanakan dengan memanfaatkan moda transportasi ataupun layanan mudik lainnya.
(ryh/mik)