Arahan Prabowo soal Suku Dayak Jadi Prajurit TNI

5 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menerima Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8) lalu.

Berdasar unggahan di akun instagram resmi Sekretariat Kabinet, Prabowo disebut langsung menginstruksikan beberapa hal terkait keinginan Panglima Jilah.

Salah satunya adalah keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi Anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan, misalnya penggunaan tato bagi suku adat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keesokan harinya, pada Sabtu (29/8), Prabowo memanggil Panglima TNI, para kepala staf angkatan dan sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang.

Prabowo dalam pertemuan itu meminta perkembangan soal beberapa hal, termasuk soal syarat perekrutan Suku Dayak Pedalaman yang ingin jadi prajurit TNI.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI, penanganan beberapa bencana antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan Kebakaran Hutan Lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatra," demikian pernyataan dari Seskab RI, dikutip dari akun Instagram Seskab RI.

Sementara itu, Mabes TNI menyatakan akan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait perekrutan Suku Dayak yang ingin menjadi prajurit TNI.

"Segala petunjuk dan arahan Bapak Presiden, TNI akan menindaklanjuti," kata Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas saat dihubungi, Minggu (30/8).

Nas mengatakan pada prinsipnya, TNI memberikan kesempatan kepada seluruh putra-putri bangsa untuk mengabdi.

"Mengenai mekanisme dan bentuk penyesuaiannya, akan disampaikan setelah pembahasan dan penetapannya selesai," katanya.

(yoa/dal)

placeholder

Read Entire Article
| | | |