AS-China Minta Warganya Waspadai Sidang Pemakzulan Presiden Korsel

22 hours ago 4

CNN Indonesia

Rabu, 02 Apr 2025 20:10 WIB

Sejumlah kedutaan besar di Seoul meminta warganya menghindari keramaian atau demonstrasi jelang putusan pemakzulan Presiden Korsel. Sejumlah negara minta warganya waspada jelang sidang pemakzulan Presiden Korsel. ( REUTERS/Kim Hong-Ji)

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah kedutaan besar negara sahabat di Seoul, Korea Selatan (Korsel) meminta warganya menghindari keramaian atau demonstrasi jelang pembacaan putusan pemakzulan Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

MK Korsel dijadwalkan menggelar sidang putusan pemakzulan atas Yoon pada Jumat (4/4) lusa waktu setempat. 

"Hindari area di mana demonstrasi sedang berlangsung, dan berhati-hatilah di sekitar kerumunan, perkumpulan, protes, atau rapat umum," tulis Kedubes AS di Korsel lewat akun X-nya, dikutip dari Yonhap News Agency.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imbauan serupa juga disampaikan oleh Kedubes Jepang di Seoul yang meminta warganya untuk mewaspadai situasi di sana saat pembacaan putusan guna memastikan keamanan mereka.

Sementara itu, Kedubes China juga meminta warganya tetap berhati-hati dan menjaga keselamatan mereka. China memperingatkan potensi terjadinya insiden ekstrem serta meminta warganya menjauhi demonstrasi di sekitar MK dan sejumlah daerah di Seoul.

Lalu, Kedubes Rusia yang juga meminta warganya menghindar tempat demonstrasi berpotensi digelar.

MK Korsel akan membacakan putusan pemakzulan atas Yoon pada Jumat (4/4) lusa. Apabila pengadilan putuskan memakzulkan Yoon, maka Korea Selatan harus menggelar Pilpres dalam waktu 60 hari.

Pemakzulan Yoon bermula saat Majelis Nasional memutuskan untuk memakzulkan Yoon pada 14 Desember 2024 lalu buntut gaduh penetapan status darurat militer.

Penetapan status darurat militer itu dinilai memicu krisis konstitusional di Korsel karena melarang aktivitas politik dan parlemen.

(mab/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |