AS Disebut Larang Staf dan Keluarganya Kencan dengan Orang China

7 hours ago 2

CNN Indonesia

Sabtu, 05 Apr 2025 10:10 WIB

Pemerintah AS dilaporkan menerapkan kebijakan melarang staf mereka di China menjalin hubungan romantis dan seksual dengan penduduk China. Ilustrasi kencan. Pemerintah AS dilaporkan menerapkan kebijakan melarang staf mereka di China menjalin hubungan romantis dan seksual dengan penduduk China. (Brodie Vissers via StockSnap)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan menerapkan kebijakan melarang staf mereka yang ada di China untuk berkencan dan menjalin hubungan romantis juga seksual dengan warga dan penduduk China.

Diberitakan Independent pada Jumat (4/4), pelarangan tersebut diberlakukan oleh mantan Duta Besar AS untuk China, Nicholas Burns, sebelum ia meninggalkan jabatan itu pada Januari 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh diplomat, anggota keluarganya, dan kontraktor dengan izin keamanan yang ditempatkan di kedutaan dan konsulat AS di China daratan dan Hong Kong.

Sejumlah sumber dalam mengonfirmasi peraturan tersebut tetapi dengan syarat anonimitas, seperti diberitakan Independent.

Larangan ini disebut terpicu kekhawatiran terkait potensi spionase, terutama bila intelijen China menggunakan taktik honeypot.

Honeypot merupakan taktik oleh agen intelijen untuk memikat dan mendapatkan informasi dari target dengan menggunakan daya pikat seksualitas.

ABC menyebut, para diplomat dan pakar intelijen AS menilai Beijing terus secara agresif menggunakan teknik honeypot untuk mengakses rahasia Amerika Serikat.

Bahkan staf Pemerintahan Amerika Serikat diberi pengarahan tentang studi kasus di mana badan intelijen China mengirim perempuan cantik untuk merayu diplomat Amerika.

Pemerintah AS juga memperingatkan bahwa puluhan agen keamanan negara China dapat ditugaskan untuk memantau setiap diplomat yang dirasa berpenampilan menarik.

Kabar kebijakan tersebut muncul di tengah hubungan Amerika Serikat dan China yang menegang akibat perang dagang, dipicu oleh kebijakan tarif oleh Presiden AS, Donald Trump.

Trump sebelumnya menetapkan tarif 34 persen untuk barang impor dari China, di luar tarif impor global 10 persen yang diberlakukan AS ke semua negara.

Dikutip dari CGTN, tarif tambahan 34 persen oleh China itu akan dikenakan pada semua produk yang berasal dari AS. Namun, belum ada informasi lebih lanjut terkait detail penetapan tarif balasan tersebut.

China menjadi salah satu negara yang terkena tarif timbal balik terbesar di antara negara lainnya. Trump menetapkan tarif 34 persen kepada China, lebih besar dibanding Uni Eropa, Jepang, hingga India.

Tarif baru AS untuk semua impor berlaku mulai 5 April.

China kemudian membalas kebijakan tarif resiprokal atau timbal balik Presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump yang ditetapkan untuk negara itu. China membalas dengan menetapkan tarif 34 persen untuk semua produk impor dari AS.

Penetapan tarif itu diumumkan Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara China pada Jumat (4/4). Tarif impor 34 persen itu berlaku mulai 10 April 2025.

(end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |