Ribuan Pendukung Yoon Suk Yeol Masih Demonstrasi di Jalanan Seoul

11 hours ago 1

CNN Indonesia

Sabtu, 05 Apr 2025 16:55 WIB

Ribuan orang berunjuk rasa di Seoul pada Sabtu (5/4) guna mendukung Yoon Suk-yeol. Mereka menganggap pemakzulan Yoon tidak sah. Ribuan orang berunjuk rasa di Seoul pada Sabtu (5/4) guna mendukung Yoon Suk-yeol. Mereka menganggap pemakzulan Yoon tidak sah. (AFP/ANTHONY WALLACE)

Jakarta, CNN Indonesia --

Ribuan orang berunjuk rasa di Seoul pada Sabtu (5/4) guna mendukung Presiden Korea Selatan yang telah dimakzulkan,  Yoon Suk-yeol. Mereka menganggap pemakzulan Yoon tidak sah.

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan mengesahkan pemakzulan Yoon pada Jumat (4/4), yang sebelumnya sudah disepakati Parlemen Korsel.

Ribuan orang pun berunjuk rasa untuk mendukung Yoon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemakzulan tidak sah! Batalkan pemilu dadakan!" teriak para pendukung Yoon seperti dilaporkan AFP, Sabtu (5/4).

Yoon dicopot dari jabatan presiden akibat deklarasi darurat militer pada 3 Desember 2024 malam waktu setempat. Saat itu Yoon menyebut keputusan diambil untuk melindungi Korsel dari 'kekuatan komunis'.

Keputusan ini memperparah kondisi politik Korsel yang memang sedang kacau sejak pemilu pada Juni.

Sementara itu, hujan tidak menyurutkan niat loyalis Yoon untuk terus membela. Salah satu pengunjuk rasa, Yang Joo-young (26), menilai keputusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan telah menghancurkan demokrasi negara.

"Sebagai seseorang yang berusia 20-an atau 30-an, saya sangat khawatir tentang masa depan," katanya.

Di sisi lain, pemakzulan Yoon jadi berita gembira buat mereka yang menentang pemerintahan Yoon. Mereka berpelukan dan menangis usai putusan dibacakan.

Setelah pemakzulan Yoon, Korea Selatan menanti presiden baru dengan pemilihan umum digelar dalam waktu 60 hari. Pemimpin oposisi Lee Jae-myung saat ini dilihat sebagai calon kuat pengganti Yoon.

Hanya saja, pendukung Yoon khawatir dengan prospek kepemimpinan Lee. Partai oposisi memang mengambil pendekatan lebih lunak terhadap Korea Utara. Park Jong-hwan (59), seorang pendukung Yoon, meyakini Korea Selatan sudah tamat.

"Rasanya kita sudah beralih menjadi negara sosialis dan komunis," ujarnya.

(els/afp/vws)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |