Jakarta, CNN Indonesia --
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,53 triliun pada perdagangan Jumat (30/1).
Aksi jual ini terjadi di tengah dinamika internal Bursa Efek Indonesia (BEI), menyusul mundurnya Direktur Utama BEI Iman Rachman pada hari yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir laporan resmi BEI yang dirilis pada 30 Januari 2026, sepanjang tahun berjalan 2026 investor asing telah membukukan nilai jual bersih sebesar Rp9,88 triliun.
Tekanan jual asing turut mewarnai pergerakan pasar saham domestik pada periode 23-30 Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 6,94 persen dan ditutup di level 8.329,606, turun dari posisi 8.951,010 pada pekan sebelumnya.
Sejalan dengan pelemahan IHSG, kapitalisasi pasar BEI juga menyusut 7,37 persen menjadi Rp15.046 triliun, dibandingkan Rp16.244 triliun pada sepekan sebelumnya.
Meski indeks tertekan, aktivitas perdagangan menunjukkan peningkatan. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 29,28 persen menjadi Rp43,76 triliun dari Rp33,85 triliun pada pekan sebelumnya. Frekuensi transaksi harian juga naik 1,59 persen menjadi 3,82 juta kali transaksi.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian tercatat turun 3,69 persen menjadi 63,3 miliar lembar saham dari 65,73 miliar lembar saham.
Di sisi lain, basis investor pasar modal domestik terus bertumbuh. Hingga akhir Januari 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 21.037.426 single investor identification (SID), bertambah 673.218 SID dibandingkan akhir 2025.
Jumlah investor saham juga meningkat menjadi 8.980.318 SID, naik 367.958 SID dari posisi akhir 2025.
(lau/bac)

















































