CNN Indonesia
Kamis, 03 Apr 2025 16:25 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Uni Eropa akan menyerang layanan daring Amerika Serikat sebagai balasan kebijakan tarif global dan tarif timbal balik Presiden Donald Trump yang secara resmi diumumkan, Kamis (3/4).
Negara-negara yang berasal dari UE akan mendapatkan tarif timbal-balik 20 persen, di luar tarif global 10 persen untuk barang-barang yang diekspor ke-AS. Padahal, UE merupakan salah satu mitra dagang terbesar AS.
Juru bicara pemerintah Prancis Sophie Primas mengatakan Eropa siap dengan perang dagang Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami punya berbagai macam perangkat dan kami siap menghadapi perang dagang ini," kata Primas pada Kamis (3/4), dikutip Channel News Asia.
Dia mengatakan Uni Eropa tengah menyiapkan respons perang tarif Trump lewat dua tahap.
Respons pertama akan berlaku sekitar pertengahan April terkait alumunium dan baja. Sementara di tahap kedua Uni Eropa akan menargetkan semua produk dan layanan dengan langkah-langkah yang mungkin sudah siap pada akhir April.
"Kami akan menyerang layanan atau jasa. Misalnya layanan daring yang saat ini tak dikenai pajak, tetapi bisa saja dikenai pajak," ungkap dia, tanpa merinci jasa daring yang dimaksud.
Tanggapan Uni Eropa, kata jubir itu, juga bisa menyangkut akses ke kontrak pengadaan.
Selain merespons soal tarif, Primas juga mengkritik Trump sebagai imperialis.
"Trump menganggap diri penguasa dunia," kata dia. "Itu sikap imperialis yang sudah sedikit kita lupakan, tetapi kini muncul lagi dengan kekuatan dan tekad besar."
Dia juga menyampaikan kekhawatiran dia soal tindakan baru Trump.
"Kami yakin kami memang akan melihat dampak buruk terhadap produksi," ungkap Primas.
Dia menyoroti secara khusus dampak kuat itu akan berpengaruh ke anggur dan minuman beralkohol.
(isa/vws)